Kiprah !!! Rektor Jonathan Parapak melantik 544 pengurus baru organisasi kemahasiswaan UPH

BENDERRAnews, 19/7/18 (Lippo Village): Rektor Universitas Pelita Harapan, Dr Jonathan L Parapak, M.Eng.Sc, melantik 544 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Organisasi Kemahasiswaan, di ‘Grand Chapel’ UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten, pada Rabu (11/7/18) lalu.

Dilaporkan, ini merupakan  kegiatan mengawali Tahun Akademik (TA) 2018/2019, meliputi tujuh organisasi kemahasiswaan, seperti Spiritual Growth, Mentoring, Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Service Learning Community, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Dalam kegiatan itu, Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) didampingi beberapa pimpimpan universitas dan disaksikan staff serta dosen.

Pemimpin setahun mendatang

Dalam pidatonya, rektor mengingatkan komitmen para pengurus dalam mengelola organisasi yang dipercayakan, dan bersinergi dengan pengurus organisasi kemahasiswaan UPH di kampus Surabaya dan kampus Medan sebagai ONE UPH.

 IMG_8219.jpg “Hari ini sangat bersejarah dimana kalian semua yang telah dipilih Tuhan akan menjadi pemimpin setahun mendatang dalam satu organisasi yaitu ONE UPH (UPH Lippo Village – Surabaya – Medan). Mulai saat ini secara interen kita harus mengucapkan ‘We are ONE UPH’,” ujarnya.

Disebutkan, seluruh badan organisasi mahasiswa pun juga harus menyebut dirinya sebagai Organisasi Mahasiswa ONE UPH.

“Dari sekian ratus mahasiswa, kalian telah dipilih menjadi pemimpin dan mengelola organisasi setahun ke depan. Bersyukur kalian semua bersedia dipilih dan diutus Tuhan untuk satu tugas luar biasa ini,” ungkap Rektor UPH.

Melalui momen pelantikan ini, diharapkan seluruh pengurus organisasi menyadari, kini UPH telah semakin membangun sinergi maksimal antara UPH Lippo Village – Surabaya – Medan. Sehingga, program-program yang ada harus terintegrasi.

Ditambahkan, kepengurusan Organisasi Mahasiswa UPH Lippo Village harus menjadi role model bagi kampus Surabaya dan kampus Medan. Sehingga, organisasi kemahasiswaan UPH sungguh-sungguh menjadi wahana dan sarana pengembangan diri serta pembenbentukan mahasiswa sebagai future leader dan agent of change.

Pesan rohani Yosua

Dalam kesempatan itu, Rektor UPH menyampaikan pesan rohani dari tokoh Yosua dalam Alkitab, untuk menguatkan para pengurus baru organisasi kemahasiswaan UPH.

Beberapa pesan penting tersebut di antaranya, seorang pemimpin harus yakin, tugas yang diberikan merupakan panggilan Tuhan. “Karenanya, harus paham apa tujuan yang ingin dicapai, harus yakin akan penyertaan Tuhan, dan jangan takut atau gentar. Ini yang harus ada bagi pengurus yang akan menjadi perpanjangan tangan untuk merepresentasikan visi UPH kepada mahasiswa,” tegasnya.

Selain pelantikan pengurus baru, dalam acara ini juga dilaksanakan seremonial apresiasi para pengurus 2017/2018 yang telah melayani dengan baik. Baik seremonial apresiasi maupun pelantikan pengurus baru untuk organisasi Spiritual Growth, Mentoring, dan MPM yang dilakukan oleh Rektor UPH didampingi Dr Curtis J Taylor – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.

Sementara itu, acara apresiasi dan pelantikan BEM dilakukan oleh Ketua dan wakil Ketua MPM TA 2017/2018. Kemudian, untuk HMPS, apresiasi dan pelantikan dilakukan oleh Dekan Fakultas atau pimpinan fakultas yang mewakili. Terkahir untuk apresiasi dan pelantik SLC serta UKM dilakukan oleh Dr Curtis J. Taylor didampingi oleh Andry M Panjaitan, MT, Direktur Student Life.

Diakhir acara, para pengurus baru juga mengucapkan janji Pengurus Kegiatan Kemahasiswaan bersama-sama. Melalui pengucapan janji ini, diharapkan semua pengurus baru dapat berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawabnya sebaik mungkin. Demikian rilis dari Staf PR UPH.

Testimoni dua mahasiswa
Sementara itu, Fransiska Elisabet, Head Mentor periode 2017/2018, mengungkapkan, “Ini bukan akhir tugas kita. Dimana pun nanti kita berada dan menjadi apa, kita tetap bisa menjadi keluarga yang selalu mendukung”.

Dikatakan, kita masih bisa sama-sama melayani dan menjadi pemimpin terlepas apa pun posisi kita. “Karena pemimpin tidak bicara posisi, tapi bagaimana kita bisa berdampak”, ujarnya.

Sedangkan Yosua Yeremia, Ketua BEM periode 2018/2019, memaparkan, “Hari ini momen penting buat saya dan rekan-rekan pengurus lainnya.  Kini tongkat estafet pelayanan ada di tangan kita”.
Disebutkannya, sebagai pemimpin ada tiga hal yang harus kita miliki. Pertama, berani menghadapi tantangan dan masalah, serta kemampuan menaklukan masalah itu dan menjadikannya sebagai kesempatan.
Kedua, lanjutnya, endurance sampai kita menyelesaikan tugas, dan selalu miliki motivasi murni untuk melayani.
Sedangkan ketiga, yaitu visi, dimana kita harus mengerti tujuan apa yang kita mau capai.
“Intinya miliki keberanian dan ketahanan agar kita semua bisa menjalankan visi yang besar”, demikian Yosua Yeremia. (B-r/MT/jr)
 
Exit mobile version