Solusi !!! Meikarta ‘bantu’ Jakarta yang dihadapkan persoalan daya tampung, REI: Kota masa depan dibangun di luar ibukota

BENDERRAnews, 13/12/18 (Cikarang): Fakta sesungguhnya, kota Jakarta dihadapkan pada persoalan tata ruang dan keterbatasan daya tampung. Arus urbanisasi yang tak bisa dibendung membuat ibukota menjadi begitu padat.

Data menunjukkan, Pemerintah mencatat pertumbuhan urbanisasi di Indonesia mencapai 4,1 persen, atau lebih tinggi dari Tiongkok di angka 3,8 persen dan India di 3,1 persen.

Di sisi lain, Jakarta merupakan ibukota yang sama sekali tidak direncanakan untuk menjadi kota metropolitan seperti sekarang ini.

Fakta terkini, justru kawasan penyangga Jakarta justru berkembang lebih baik dengan merencanakan pembangunan kota secara detil, seperti dibuktikan oleh kota modern terintegrasi, Meikarta.

Dirancang sedini mungkin

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, berpendapat, kota masa depan merupakan kota yang direncanakan sedini mungkin.

Ini penting, agar tetap bisa dinikmati dengan baik oleh anak cucu generasi mendatang.

“Bisa 100 atau 200 tahun, peradaban kan berjalan terus. Nah, kota-kota yang ada sekarang harus dirancang siap ekspansi,” ujar Eman dalam sesi wawancara khusus dengan KompasProperti, beberapa waktu lalu.

Disebutnya, kota-kota di Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dari negara lain dalam hal pembangunan kota.

Rancang kota komunitas

Sebagai pengembang properti papan atas nasional, Lippo Group tak hanya membangun rumah tinggal melainkan juga sebuah kota dan komunitas. Seperti saat membangun Kawasan Karawaci oleh Divisi Properti, yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). LPKR bahkan telah membuktikan sukses mengembangkan banyak kawasan properti terintegrasi di banyak daerah, bahkan di luar negeri.

Selanjutnya, LPKR melalui anak perusahaannya, PT Lippo Cikarang Tbk (Tbk) juga merancang kota baru di Kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kawasan dimana LPCK telah mengantongi izin pengelolaan secara resmi sejak medio dekade 1980-an.

Nah, di Kawasan Lippo Cikarang yang juga ada banyak kawasan zona industri, sejak medio 2017 lalu dikembangkan sebuah kota masa depan bernama Meikarta. Inilah kota batu yang memiliki infrastruktur terlengkap di Asia Tenggara, dengan kawasan hunian dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

Soal pendidikan, rencananya pihak pengembang (PT Mahkota Sentosa Utama/OT MSU), akan menghadirkan Sekolah Pelita Harapan (SPG) mulai dari jenjang TK, SD, SMP, sampai SMA. Sekolah lain pun akan diajak untuk berpartisipasi dalam dunia edukasi di Meikarta.

Lippo juga tengah berupaya menjalin kerjasama dengan tiga universitas berkualitas di Indonesia, yaitu UI, UGM, dan ITB.

“Kami berencana menghadirkan tiga kampus ternama di Indonesia, ada UI, ITB, dan UGM. Harapannya bisa mewakili pendidikan tinggi berkualitas bagus dan bisa bersaing di tingkat internasional,” demikian pumoinan Meikarta, sebagaimana dirilis KompasProperti.

Selain itu, pengembang juga menyediakan pusat bisnis dan keuangan dengan berbagai infrastruktur penunjang. Dengan demikian, perusahaan swasta mulai dapat memindahkan kegiatan bisnisnya dan memiliki kantor yang lebih besar di Meikarta dibanding di Jakarta. Sebab, saat ini harga perkantoran di ibu kota relatif mahal, apalagi masalah kemacetan lalu lintas yang tak kunjung usai akan menambah biaya pengeluaran, serta habisnya waktu, tenaga, dan pikiran.

“Zonasi untuk perkantoran sudah ada, tapi belum fix. Harapannya supaya kantor pusat perusahaan-perusahaan itu yang di Jakarta kecil saja, tapi kantor cabang atau supporting office-nya yang besar di Meikarta,” kata Presiden Meikarta.

Gandeng konsorsium internasional

Di Meikarta juga akan ada sejumlah hotel berskala internasional dan bertaraf bintang lima. Sekarang ini pihak pengelola sudah menjalin kerja sama dengan Langham Hospitality Group yang merupakan salah satu usaha di bawah naungan Great Eagle Holdings, pengembang properti dan perhotelan berpusat di Hongkong.

“Kami memberikan apresiasi kepada Langham Hospitality Group dan turut merasa bangga dengan pemilihan Meikarta sebagai lokasi pembangunan hotel bertaraf internasional,” katanya.

Untuk menunjang gaya hidup sehat, akan tersedia pula Rumah Sakit Siloam dengan kapasitas besar. “Rencananya di Meikarta bisa 1.000 sampai 2.000 tempat tidur,” ujarnya lagi.

Srmmentara itu, para pecinta berolahraga nantinya dapat menggunakan stadion besar yang menurut rencana kapasitas kursinya akan melebihi Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta.

Begitu pula di dunia bisnis MICE, pengelola sudah merancang satu gedung besar, bisa digunakan untuk pameran, pertunjukan, pertemuan, dan berbagai acara lain yang bisa memuat banyak orang.

‘Kota raksasa’ modern

Selain itu, di atas tanah Meikarta seluas 500 hektar ini akan dibuat pula ruang terbuka hijau yang terdiri dari taman dan danau. Rencananya luas taman itu sekitar 60 hektar dan luas danau lebih kurang 40 hektar.

Nantinya danau itu bisa menampung 300.000 meter kubik air.

Sedangkan di taman itu akan ditanami ribuan pohon yang akan membuat taman menjadi rindang dan udara menjadi sejuk karena menghasilkan oksigen. Ada pula beragam tanaman hias yang akan memperindah suasana taman sehingga orang betah berlama-lama di sana.

Taman itu bernama Central Park. Konsepnya menyerupai taman di pusat kota New York, Amerika Serikat, yaitu taman yang bisa digunakan sebagai tempat untuk rekreasi keluarga, bermain anak, dan kumpul-kumpul anak muda.

Bisa juga taman itu untuk tempat jogging dan olahraga lainnya, pertunjukan dan aktivitas seni, serta berjualan aneka makanan dan minuman. Intinya, pembangunan taman kota itu dikonsep supaya ramah anak, ramah keluarga, dan semua aktivitas di ruang terbuka.

Pembangunan kota modern baru berskala internasional Meikarta dengan investasi Rp278 triliun ini pun bakal menjadi ‘kota raksasa’ modern dan terlengkap di Asia Tenggara dan akan menyerupai Senzhen Tiongkok. (B-KP/jr)

Exit mobile version