Wawasan !!! Pendeta Krise Gosal dan para tokoh agama bicara “Pengembangan Karakter Kebangsaan Perspektif Keagamaan

BENDERRAnews, 23/12/18 (Jakarta): Sejumlah tokoh agama, baik para kiay, pendeta, pastor, juga rohaniwan hindu dan budha, menggelar pertemuan untuk saling memperluas wawasan dalam kegiatan “Pengembangan Karakter Kebangsaan Perspektif Keagamaan”.

Ya, mereka ini terlibat dalam kegiatan yang digelar oleh Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) bekerjasama dengan Direktorat Bina Hubungan Kelembagaan dan Kemitraan (Ditbinhub) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yakni  diskusi Pengembangan Karakter Kebangsaan Perspektif Keagamaan, di Jakarta pada 20-22 Desember 2018 kemarin.

“Tujuan diskusi untuk memberikan wawasan nilai-niai karakter kebangsaan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, sebagai wahana sharing nilai-nilai karakter kebangsaan perspektif keagamaan dan melakukan orientasi bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai karakter kebangsaan sebagai salah satu aspek progranm kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK),” demikian rilis yang dikirim Tim Humas Fapsedu, Heru Subroto, Jumat (21/12/18) lalu.

Pemahaman spesifik dan mendasar

Satu hal menarik dari perhelatan yang diikuti Pendeta Krise Gosal tersebut, ialah harapan lahirnya  output mengenai adanya pemahaman spesifik dan mendasar bagi para tokoh agama tentang pentingnya nilai-nilai nkebangsaan.

“Selain itu, diharapkan pula munculnya visi bersama di kalangan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk secara bersama-sama mebangun kesaadaran akan pentingnya nilai-nilai karakter berbangsa dan bernegara dalam bingkai (KKBPK),” ujarnya.

Selain Pendeta Krise Gosal (Kristen Protestan), para nara sumber antara lain Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis (selaku Ketua Fapsedu Pusat), Romo Hartono (Kristen Katolik), Nyoman Udayana (Hindu), Direktur Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijogo (Fapsedu Jawa Tengah), dan Prof Dr Ahjmad Rofig MA.

Di samping itu, ikut berkontribusi Direktur Binhub Ary Goedadi, dan Direktur KIE serta Advokasi Sugiyono. (B-her/jr)

Exit mobile version