BENDERRAnews, 2/1/19 (Jakarta): Kompleksnya sistem otot dan tulang membuat pihak SiloamHospitals Kebon Jeruk dan spesialisnya, dokter Henry Suhendra SpOT, berinisiatif untuk mengembangkan suatu klinik komprehensif.
Klinik ini berfokus khusus yaitu mencakup sports, shoulder & spine clinic.
“Kami sungguh berharap, dengan hadirnya klinik khusus yang didukung oleh dokter-dokter spesialis dan subspesialis yang berpengalaman di bidangnya, dapat membantu pasien kembali melakukan aktivitas yang biasa mereka jalani,” ujar dokter Henry, selaku ketua dari Sports, Shoulder & Spine Clinic di sela ‘media gathering’ di Jakarta, pekan lalu, seperti dilansirm koran Investor Daily.
Diketahui, ortopedi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari studi, diagnosis dan pengobatan berbagai gangguan muskuloskeletal (otot dan tulang). Sistem ini meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan alat gerak manusia dari leher sampai ujung jari-jari kaki.
Ya, bergerak dengan bebas merupakan keinginan semua orang dari usia muda hingga lanjut. Namun, fakta menunjukkan, setelah melewati usia 45 tahun, tulang berisiko mengalami gangguan yang akan membatasi aktivitas.
“Sebagian besar dari kondisi tersebut seharusnya dapat diatasi apabila pasien mendapatkan penanganan yang tepat,” ungkapnya.
Berhubungan cidera olahraga
Dikatakannya, Sports, Shoulder & Spine Clinic memiliki fokus pada otot dan tulang yang berhubungan dengan cidera olahraga, kaki, pergelangan kaki, bahu dan tulang belakang.
Penanganan cidera pada area tersebut di antaranya cidera ligamen, cidera bantalan sendi lutut, dislokasi sendi, maupun patah tulang, dapat dilakukan melalui pemberian obat, fisioterapi, radiofrekuensi (pros3edur untuk mengurangi nyeri dengan gelombang radio), hinga tindakan operasi yang kompleks.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran, prosedur minimal invasif atau dikenal dengan teknik bedah laparosopik sudah diterapkan dalam menangani kasus-kasus tertentu.
Saraf terjepit
Beberapa di antaranya ialah Arthroscopy (prosedur untuk mendiagnosis dan menangani sejumlah gangguan sendi), PELD/Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (prosedur pembebasan saraf terjepit di punggung), dan PECD/Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (prosedur pengubatan kasus herniasi bantalan sendi tulang belakang, khususnya area servikal/leher).
Dokter Ercik Wonggokusuma, SpOT, Tim Dokter Sprts, Shoulder & Spine Clinic menambahkan, teknik bedah ini dilakukan oleh para spesialis berkompetensi dengan menggunakan peralatan laparoskopik cangih yang dimasukkan melalui 3-4 sayatan kecil seukuran lubang kancing.
Dengan mengunakan teknik minimal invasif, luka bekas operasi relatif kecil, yaitu 0,5 cm dengan perdarahan minimal, yakni kurang dari 50 cc.
“Waktu yang diperlukan untuk prosedur bedah yang terhitung kompleks ini cukup singkat, yaitu sekitar 45-90 menit, serta pda kasus tertentu pasien dapat pulang ke rumah dalam waktu beberapa jam setelah operasi,” demikian dokter Erick Wonggokusuma. (B-ID/jr — foto ilustrasi istimewa)
