19.5 C
New York
Tuesday, May 26, 2026

Buy now

spot_img

Hmmm !!! Sebuah puisi gubahan Sri Mulyani, menjawab tudingan sebagai menteri pencetak utang

BENDERRAnews, 2/2/19 (Jakarta): Sikap simpatik dan bijak lagi-lagi diperlihatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati merespons tudingan dirinya sebagai menteri pencetak utang.

Hmmm…..sebuah puisi tentang kinerja membangun Indonesia di antara tudingan miring soal utang, diunggah akun smindrasari di Instragram dan akun Sri Mulyani Indrawati di Facebook, Jumat (1/2/19). Akun tersebut tak lain merupakan milik Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Meski dalam unggahan tersebut tidak disebutkan puisi ditujukan kepada siapa, publik bisa menebak,  rangkaian kata dalam puisi ini merupakan jawaban Sri Mulyani terhadap tudingan seolah Menkeu merupakan menteri  pencetak utang.

Sebutan ‘menteri pencetak utang’ keluar dari mulut Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Saat berpidato pada acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/19) lallu, Prabowo menyatakan agar tidak lagi menyebut ada menteri keuangan melainkan menteri pencetak utang. “Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain,” ujar Prabowo saat itu, seperti dilansir ‘BeritaSatu.com’.

“Kita membangun Indonesia”

Berikut puisi yang diunggah lengkap dengan foto Menkeu Sri Mulyani yang tengah menunjukkan buku “APBN Kita”

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan, agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya

Kami tak pernah berhenti, agar
472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.
Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani
Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar
74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik
Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu
Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu.
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles