Tertib !!! Terkait sampah dan limbah di Kupang, Lippo Mall sudah punya standard pengelolaan teruji

BENDERRAnews,22/2/19 (Jakarta): Pihak Lippo Malls Indonesia sudah punya standard dalam hal pengelolaan sampah maupun limbah serta diterapkan secara tetap dan tertib. Bahkan sebelum pembuangan di tempat-tempat penampungan khusus, telah terlebih dulu dilakukan uji laboratorium.

Demikian PR Lippo Malls Indonesia (LMI), Nidia Niekmasari ketika dikonfirmasi tentang adanya sampah di sebuah tanah kosong di belakang kompleks Lippo Mall Kupang.

“Kami serius dalam urusan penanganan sampah dan limbah. Khusus mengenai air limbah, selalu ada pemeriksaan rutin, yakni setiap enam bulan, atau setahun dua kali. Dan ini diperiksa oleh konsultan Amdal,” tegasnya, di Jakarta, Jumat (22/2/19).

Sebelum dilakukan pembuangan di tempat-tempat penampungan yang sudah dibikin secara khusus, menurutnya, selalu dibuatkan dulu data pemeriksaan hasil laboratorium.

“Tegasnya, air limbahnya masih pada batas baku mutu,” demikian Nidia Niekmasari.

Sidak Gubernur NTT

Sementara itu, menanggapi pemberitaan POS-KUPANG.COM, Jumat (22/2/19) tentang Sidak Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Laiskodat bersama jajarannya serta beberapa elemen peduli sampah pada Kamis (21/2/19) sore, pihak LMI belum mau memberi tanggapan, menunggu klarifikasi lengkap dulu di lapangan.

Sebagaimana diberitakan media online itu, Gubernur Victor sempat mengeluar ancaman, yakni, akibat tidak tertib mengurus sampah dan limbah, Lippo Mall Kupang bisa terancam ditutup.

Media ini juga menulis, manajemen mall terbesar di ibukota Provinsi NTT ini terbukti tidak tertib mengurus sampah dan limbah yang dihasilkan dari mall.

Dalam sidak itu, Gubernur Viktor Laiskodat mendapati sampah dari Lippo Mall ternyata dibuang di tanah kosong milik Pemprov NTT yang berada di sisi barat mall. Tidak hanya sampah, di areal tersebut juga dibuang limbah cair hasil pembuangan mall melalui pipa.

Viktor yang geram melihat kondisi itu kemudian memerintahkan stafnya untuk memanggil manajemen Lippo Mall.

Disebutkan pula, setelah lima menit, manejer operasional Lippo Mall datang memenuhi panggilan Gubernur saat sidak itu. Ia kemudian berkoordinasi dengan stafnya langsung membersihkan sampah di lokasi itu tanpa babibu.

Berselang beberapa saat, Duty Manager Lippo Mall Kupang, Ade Irawan datang menghadap Gubernur.

Dipastikan bukan milik mal

Sementara itu, hasil konfirmasi awal dari lapangan menyebutkan, sampah yang viral itu bukan di halaman mal. Tetapi di sebuah tanah kosong di belakang mal.

“Sampah yang ada di belakang mal itu bukan petugas mal yang membuangnya. Sebab, mal punya tempat penampungan sampah,” jelas PR LMI.

Sejumlah pihak yang dikonfirmasi di lapangan pun memastikan, sampah-sampah yang ada di belang mal itu berasal dari para pemulung. “Mereka membuangnya ketika menyortir sampah,” demikian informasi yang diperoleh redaksi.

Pihak LMI kemudian memastikan lagi, mal di Kupang ini memiliki tempat pembuangan khusus. “Sedangkan mengenai air limbah, pihak mal selalu melakukan pemeriksaan rutin, dan dilakukan oleh konsultan Amdal. Lagi pula ada data hasil pemeriksaan laboratorium, dimana air limbahnya masih pada batas baku mutu,” ujar PR Lippo Malls Indonesia (LMI), Nidia Niekmasari.(B-PK/r/jr)

Exit mobile version