Analisis !!! Membaca isyarat Pidato Politik Jokowi *)

Oleh Dedy Afrianto *)

BENDERRAnews, 23/7/19 (Jakarta): Pidato politik Joko Widodo pada 14 Juli memberikan isyarat khusus tentang garis kebijakan selama lima tahun ke depan. Tidak hanya infrastruktur, Jokowi juga memberi penekanan pada perbaikan tata kelola pemerintahan. Apakah program aksi tersebut sesuai dengan misi yang didengungkan pada kampanye lalu?

Untuk pertama kali setelah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum sebagai presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo memberikan pidato politiknya di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat. Litbang Kompas menganalisis konten pidato politik ini.

Berdasarkan analisis, terdapat lima kata utama yang paling banyak disebutkan Jokowi. Kata-kata itu ialah lembaga, pola, infrastruktur, pembangunan, dan talenta.

Jokowi menyinggung kata ”lembaga” 11 kali dan kata ”pola” tujuh kali yang merujuk pada perbaikan tata kelola lembaga pemerintahan. Selain itu, kata infrastruktur dan pembangunan juga cukup sering disebutkan Jokowi saat menyinggung rencana pembangunan infrastruktur dalam lima tahun yang akan datang.

Terakhir adalah kata ”talenta” yang disebutkan Jokowi enam kali untuk menjelaskan rencana peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Dari lima kata kunci yang paling banyak disebut Jokowi, tampak benang merah dari kebijakan yang akan menjadi arus utama selama lima tahun mendatang. Benang merah ini adalah tata kelola lembaga pemerintahan, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.

Misi

Benang merah dari kebijakan Jokowi pada periode mendatang semakin terlihat jika dikaitkan dengan sembilan misi yang dibawa sejak kampanye lalu. Dari sembilan misi, enam disinggung Jokowi dalam pidato politiknya.

Misi pertama yang sering disinggung adalah ”peningkatan kualitas manusia Indonesia”. Program aksi untuk misi ini adalah yang terbanyak disampaikan Jokowi dalam pidato politik dibandingkan misi lain.

Program yang terbilang baru adalah dukungan untuk diaspora bertalenta, yaitu dukungan bagi anak-anak bangsa di luar negeri guna mempercepat pembangunan di Indonesia. Untuk cakupan yang lebih luas, pembentukan Lembaga Manajemen Talenta Indonesia sebagai fasilitas pengembangan diri dari bagi anak bangsa juga menjadi program baru lainnya.

Program aksi di dalam pidato Jokowi sesuai dengan beberapa rencana dalam dokumen visi misi pada kampanye lalu, seperti jaminan gizi dan tumbuh kembang anak, reformasi sistem kesehatan dan pendidikan, serta revitalisasi pelatihan vokasi. Kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan juga termasuk dalam agenda.

Misi kedua yang paling banyak disinggung Jokowi dalam pidatonya minggu lalu adalah ”pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan tepercaya”. Setidaknya terdapat lima poin penting yang akan menjadi program aksi untuk mewujudkan misi ini. Poin pertama adalah pemangkasan izin investasi yang merupakan lanjutan dari program pemerintahan 2014-2019.

Poin lain yang disinggung terkait reformasi birokrasi, reformasi struktural, pembubaran lembaga negara bermasalah, serta perubahan pola pikir dan pola kerja birokrat. Jokowi tampak ingin menegaskan bahwa fokus pada periode pertama pemerintahannya akan terus dilanjutkan.

Misi ketiga yang banyak dijabarkan Jokowi terkait ”kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa”. Tiga program penting yang diangkat adalah toleransi, Pancasila sebagai ideologi negara, dan demokrasi berkeadaban. Jokowi menekankan toleransi, khususnya pada kehidupan antarumat beragama, suku, dan etnis. *** (B-KC/jr)

*) Disadur dari Kompas.com, Edisi , dengan judul asli: “Membaca Isyarat Pidato Politik Jokowi”

**) Penulis adalah Jurnalis Kompas

Exit mobile version