BENDERRAnews.com, 8/4/20 (Paris): Fakta terkini menunjukkan, Prancis masuk kelompok negara dengan penduduk terbanyak terinfeksi di dunia saat ini.
Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, Selasa waktu setempat atau Rabu dini hari (8/4/20) memperingatkan, negaranya belum mencapai fase puncak pandemi virus corona (Covid-19).
Sementara itu, jumlah infeksi baru dan kematian di Spanyol meningkat lagi.
Dilaporkan, negara-negara di Eropa masih berjuang melawan Covid-19, virus yang muncul pertama kali di Tiongkok pada akhir 2019.
Di Prancis, ekonomi Uni Eopa terbesar kedua setelah Jerman, mencatat 5.171 infeksi baru dan 833 kematian pada Selasa (7/4/20), atau lebih banyak dari Minggu hingga Senin (6/4/20), demikian menurut Kementerian Kesehatan Prancis.
Lima besar
Prancis menjadi negara lima besar dunia dengan jumlah infeksi corona, yakni telah melewati 100.000, atau masuk “Klub 100.000”.
Hingga Rabu (8/3/20) pukul 00.53 GMT atau 08.00 WIB, infeksi corona di Prancis mencapai 107.663 dengan kematian 10.328 orang dan pasien sembuh 19.337 orang.
“Kami masih dalam fase epidemi yang memburuk,” kata Olivier Veran, dalam sebuah wawancara TV Selasa.
Otoritas Paris mengumumkan, Selasa, setiap orang tidak diizinkan berolahraga antara pukul 10 pagi dan tujuh malam, mulai Rabu dalam upaya untuk menghentikan aktivitas keluar rumah.
Kondisi mengkhawatirkan di Spanyol
Sementara itu, jumlah kasus baru dan kematian di Spanyol memicu kekhawatiran, kondisi lebih buruk belum berakhir. Angka kematian harian mencapai 743 dan jumlah kasus baru naik 5.478 dari Senin hingga Selasa, menurut angka yang dirilis Kementerian Kesehatan Spanyol.
Pihak berwenang Spanyol berharap jumlah infeksi dan kematian menurun.
Wakil Ketua Komite Darurat Kesehatan Spanyol, Maria Jose Sierra, pada Senin mengatakan, penting untuk menunggu beberapa hari guna mengonfirmasi tren.
Spanyol saat ini mencatat 14.045 kematian dan 141.942 terinfeksi.
Italia kucurkan keuangan
Sementara itu, Pemerintah Italia pada Senin mengumumkan bantuan keuangan yang dikucurkan untuk sektor bisnis terdampak pandemi, melalui jaminan publik hingga 400 miliar euro (US$433 miliar) dalam bentuk pinjaman dan investasi.
Negara ini memiliki 135.586 kasus dan 17.127 di antaranya meninggal karena Covid-19.
Menteri Keuangan Italia Roberto Gualtieri, mengatakan di Twitter, paket fiskal baru tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Stimulus ini memungkinkan banyak perusahaan bisa mengatasi krisis dan memulai lagi,” katanya.
Perekonomian Uni Eropa terhenti
Pandemi telah menghentikan perekonomian Uni Eropa. Semua belanja tidak penting dihentikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Akibatnya, sejumlah negara merilis paket fiskal untuk mendukung ekonominya masing-masing.
Namun, Menteri Keuangan Uni Eropa pada Selasa membahas pendanaan tambahan untuk memperkuat wilayah yang beranggotakan 19 negara itu.
Salah satu yang dibahas ialah mengembangkan batas kredit, melalui dana krisis kawasan – European Stability Mechanism (ESM), dimana bisa mencapai 240 miliar euro (US$260 miliar). Namun, para menteri masih perlu merinci bagaimana pinjaman ini digelontorkan.
Selain itu, para menteri diperkirakan akan mengajukan proposal meningkatkan dana 100 miliar euro di pasar keuangan untuk menghadapi pengangguran. Mereka juga diperkirakan menyetujui bantuan melalui dana jaminan pan-Eropa yang hingga mencapai 200 miliar euro. Alhasil, para menteri keuangan bisa menghadirkan paket keuangan sekitar setengah triliun euro. Demikian CNBC seperti dilansir BeritaSatu.com.
PM Inggris masuk ICU
Dari London diberitakan, Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson yang positif menderita virus corona (Covid-19) harus menginap di ruang intensif care unit (ICU) untuk malam kedua pada Selasa waktu setempat atau Rabu dini hari WIB (8/4/20).
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab yang ditunjuk menjalankan roda pemerintahan mengatakan, bahwa Johnson akan mampu melewati fase kritis ini mengingat PM inggris itu dinilai sebagai pejuang.
“Johnson menerima bantuan oksigen, tetapi kondisinya stabil, semangat (Johnson) dalam kondisi bagus dan bernafas tanpa bantuan,” kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab, yang berdiri di samping Johnson.
Dia menambahkan, Johnson tidak membutuhkan ventilasi mekanik. “Saya yakin dia akan berhasil (melewati ini) karena satu hal yang saya tahu tentang perdana menteri adalah dia adalah seorang pejuang, dan dia akan kembali ke posisi puncak untuk memimpin kita melalui krisis ini dalam waktu singkat,” kata Raab.
Perjuangan Johnson dengan virus itu telah mengguncang pemerintah Inggris, yang sekarang memasuki minggu ketiga lockdown. Para ilmuwan menyebut masa ini merupakan fase paling mematikan epidemi corona, yang telah menewaskan sedikitnya 6.159 orang.
Johnson, 55 tahun, dirawat di Rumah Sakit St Thomas, pada Minggu malam (5/3/20) setelah menderita gejala demam dan batuk selama lebih 10 hari. Kondisi Johnson memburuk, sehingga perlu dipindahkan ke ICU pada Senin untuk berjaga-jaga memakai ventilator. Pada Selasa malam, kantor Downing Street mengatakan Johnson tetap di ICU dalam pengawasan ketat.
Ratu Elizabeth mendoakan Johnson untuk agar cepat pulih dan mengirim dukungan kepada tunangannya yang tengah hamil, Carrie Symonds, dan keluarganya. Sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden AS Donald Trump juga memberikan dukungan.
Raab mengatakan Johnson bukan hanya perdana menteri. “Bagi kita di kabinet, dia bukan hanya bos kita, dia juga seorang kolega dan dia juga teman kita,” kata dia.
Siapa yang pimpin Inggris?
Namun ketidakhadiran Johnson, pemimpin pertama negara besar yang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19, menimbulkan pertanyaan siapa yang benar-benar bertanggung jawab pada saat penting.
Inggris belum berencana melakukan suksesi, jika seorang perdana menteri tidak mampu menjalankan tugasnya. Raab, 46, mengatakan, Johnson telah memintanya untuk mewakili jalannya pemerinahan selama diperlukan. Jika Raab tidak mampu, Menteri Keuangan Rishi Sunak akan mendukung, meskipun para menteri menolak mengatakan siapa yang sekarang memiliki kendali penuh atas senjata nuklir Inggris.
“Saya yakin dengan pengaturan yang telah dilakukan perdana menteri, sehingga saya dapat melepaskan tanggung jawab untuknya, menggantikannya saat dia tidak bekerja, dan jelas kami berharap itu akan terjadi pada periode yang terbatas,” ujar Raab.
Dia mengatakan, keputusan sedang dibuat secara kolektif oleh kabinet.
Raab menambahkan, para menteri memiliki arah dan instruksi yang sangat jelas dari Johnson. Namun, tidak yang dikhawatirkan jika ada perbedaan pendapat.
Johnson dan Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock dinyatakan positif Covid-19 pada 27 Maret lalu. Terbaru, Menteri Kantor Kabinet Michael Gove melakukan isolasi mandiri.
Lockdwon akan ditinjau ulang
Sementara itu, Pemerintah Inggris akan memutuskan pada awal minggu depan apakah akan mengurangi penutupan ekonomi dan sosial (lockdown) untuk membendung penularan virus.
Beberapa menteri menyarankan lockdown harus diperpanjang, setelah melihat sejumlah orang melanggar aturan. Raab sendiri mengatakan pemerintah belum dalam posisi untuk meninjau lockwon.
Kepala penasihat ilmiah Inggris mengatakan, butuh seminggu lagi sebelum jelas apakah grafik kasus-kasus baru itu akan melandai.
Jumlah kematian akibat corona di Inggris pada Selasa mencapai 786 orang, atau yang tertinggi hingga saat ini.
Johnson mengisi jabatan PM pada Juli 2019, setelah menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa. Demikian Reuters memberitakan. (B-CNBC/Rtr/BS/jr)
