Data !!! Angka pengangguran di Banten tertinggi di Indonesia, Bali terendah

BENDERRAnews.com, 5/5/20 (Serang): Berdasarkan data terkini, angka pengangguran di Provinsi Banten tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 8,01 persen atau sebanyak 489.216 orang.

Angka pengangguran tertinggi kedua ialah Provinsi Jawa Barat sebesar 7,69 persen. Selanjutnya, Provinsi Maluku sebesar 7,02 persen. Kemudian, Provinsi Kalimantan Timur sebesar 6,88 persen.

Sedangkan angka pengangguran terendah diraih oleh Provinsi Bali hanya sebesar 1,21 persen. .

“Angka pengangguran di Banten tertinggi se-Indonesia,” kata Kepala BPS Banten Adhi Wiriana, Selasa (5/5/20).

Adhi mengatakan, dalam satu tahun terakhir pengangguran di Banten bertambah sebanyak 23.409 orang sejalan dengan kenaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menjadi 8,01 persen pada Februari 2020.

Dilihat dari tingkat pendidikan, pengangguram di Banten didominasi oleh lulusan SMA sebesar 13,48 persen.

“Di posisi kedua TPT adalah lulusan SMK sebesar 13,11 persen,” kata Adhi.

Terdampak kasus Covid-19 

Adhi Wiriana mengungkapkan, penyebab angka pengangguran Banten sangat tinggi di antaranya, yakni, mulai Januari-Februari 2020 Indonesia sudah terdampak dari kasus Covid-19 di Tiongkok. Yaitu, karena penerapan lockdown, mengakibatkan kegiatan ekspor dan impor terhenti membuat stok bahan industri berkurang sehingga terjadi pengurangan karyawan.

“Saat ini angka pengangguran bisa lebih tinggi karena kita sudah terkena Covid-19,” katanya.

Sejak tahun 2018 hingga tahun ini Provinsi Banten terus menduduki tingkat pengguran tertinggi di Indonesia. Pada Agustus 2018, BPS menyampaikan, angka pengangguran Banten 8,52 persen. Kemudian periode Agustus 2019, Banten juga menduduki urutan pertama se-Indonesia dengan tingkat pengangguran sebesar 8,11 persen.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Banten hingga kini belum merespon terkait penanganan persoalan tingginya angka pengangguran di Banten.

Kepala Disnakertrans Banten, Al Hamidi tidak memberikan jawaban ketika ditanya melalui layanan pesan aplikasi Whatsapp terkait langkah penanganan masalah melonjaknya angka pengangguran. (B-BS/jr)

Exit mobile version