Kukuh !!! Debat Capres tak banyak ubah pilihan warga, LSI Denny JA ungkap tiga alasan

BENDERRAnews.com, 18/12/23 (Jakarta): Ternyata debat Capres di awal pekan ini tak mengubah pendirian mayoritas pemilih yang kukuh bertahan dengan pilihannya.

Ya, debat perdana Capres 2024 memang telah berakhir. Namun, debat tersebut tak banyak bisa mengubah pilihan warga negara terhadap calon presiden yang didukungnya.

LSI Denny JA telah  mengumpulkan  responden dalam focus grup discussion (FGD) terkait hal ini.

Responden terbagi di empat grup dan ditempatkan ke dalam empat ruangan terpisah.

Kelompok pertama hanyalah  mereka yang sudah menyatakan memilih Ganjar saja.

Kelompok kedua hanya untuk mereka yang menyatakan memilih Anies saja.

Kelompok ketiga hanya untuk mereka yang menyatakan memilih Prabowo saja.

Hadir pula grup  keempat di ruangan terpisah para responden  yang menyatakan belum memilih Capres mana pun,

sebelum menonton debat Capres. Tim riset  LSI Denny JA  menemani setiap kelompok itu dari awal hingga akhir.

Masing-masing kelompok juga dibagi ke dalam dua kategori. Ada kategori pemilih yang ekonominya menengah ke atas, dan  yang pendidikannya menengah ke atas. Kemudian ada juga pemilih wong cilik, yang pendidikannya dan ekonominya menengah ke bawah.

Observasi secara paralel

Selama empat jam tim riset Denny JA melakukan observasi secara paralel kepada empat kelompok itu. Pada dua jam pertama, mereka diminta menonton debat Capres perdana selama dua  jam, dari awal hingga akhir.

Lalu pada dua jam berikutnya, mereka dieksplor untuk mengetahui pilihan dan perubahannya.

Hasil FGD itu membuahkan tiga temuan penting.

“Pertama, mereka yang sudah memilih Capres cenderung menyatakan Capres pilihannya  yang menang debat Capres.  Ini gejala merata di tiga kelompok. Yang sudah memilih Anies misalnya, mengatakan Anies  yang menang debat Capres. Yang memilih Ganjar mengabarkan Ganjar yang menang. Yang sudah memilih Prabowo beropini  Prabowo yang menang debat Capres,” jelas Denny JA dikutip dari siaran pers yang diterima, Sabtu (16/11/23) lalu.

Tidak akan mengubah pilihan

Masing- masing kelompok tersebut kemudian ditanya setelah menonton debat apakah akan mengubah pilihan Capresnya.

”Mereka menyatakan bahwa setelah menonton debat secara utuh, mereka  tidak akan mengubah pilihan Capresnya. Yang sudah memilih Anies, Prabowo dan Ganjar sebelum debat tetap memilih Capres yang sama setelah menonton debat. Ini temuan kedua,” kata Denny JA.

Yang berbeda hanyalah di kelompok keempat, responden yang belum menentukan pilihannya. Ini kesimpulan ketiga. Mereka yang belum menentukan pilihannya, setelah menonton debat Capres menyatakan akan mempertimbangkan untuk mengubah pilihannya.

Dari yang belum memilih menjadi memilih Capres mana yang dipilih? Umumnya mereka menyatakan akan menonton debat selanjutnya dulu sebelum menentukan pilihan Capres. Temuan ini sekali lagi memperkuat aneka riset sebelumnya.

Debat Capres sudah 63 tahun

Debat Capres di televisi ini sudah berlangsung  selama 63 tahun.

Debat Capres pertama di televisi di dunia terjadi antara Richard Nixon dan John F Kennedy di 1960. Sejak saat itu, sudah  banyak sekali riset dibuat soal efek Capres atas voting behavior, perilaku pemilih.

Temuan riset  itu sama. Debat presiden ini tak terlalu banyak efeknya. Gallup Poll juga menyimpulkan, sangat  jarang sekali kasus debat Capres menjadi game changer.

LSI Denny JA juga pernah melakukan survei nasional soal  efek debat Capres pada 2019. Hasil risetnya  sudah dimuat media, debat Capres terhadap perubahan pilihan warga atas pasangan Capres hanya 2,9 persen saja. (B-BS/jr) foto ilustrasi istimewa

Exit mobile version