Inovatif !!! Sejalan pembangunan lima pilar Meikarta, Lippo terbuka jajaki kerjasama dengan UI dan ITB

BENDERRAnews, 25/10/17 (Jakarta):  Pengembangan kota Meikarta benar-benar bajal menyughhkan sejumlah karya inovatif.

Di sana akan ada lima pilar pembangunan fasilitas Meikarta, yakni infrasturktur dan transportasi yang inovatif; CBD dan pusat riset berteknologi tinggi; lingkungan hijau berkelanjutan; pusat bisnis dan komersial; dan pusat kesenian, kebudayaan, pendidikan, dan kesehatan.

Karena itu, Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya, mengemukakan, Lippo Group membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai institusi yang sejalan dengan lima pilar pembangunan fasilitas Meikarta.

“Saat ini kami tengah melakukan penjajakan dengan Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia,” katanya dalam rilis, Jumat (22/9/17) lalu di Cikarang.

Ketut menuturkan saat ini pembangunan Central Park sudah hampir selesai 100 persen. Semua tower crane untuk pembangunan high rise building pun sudah siap.

“Kami optimis  pembangunan tahap pertama Meikarta yang terdiri dari 100 hektar central park, 250.000 unit apartemen dan 1.5 juta m2 area komersial, dapat serah terima mulai dari Desember 2018,” tambahnya, sebagaimana dilandir rubrik Properti di ‘Bisnis.com’.

Direktur Informasi Publik Meikarta Danang Kemayan Jati mengatakan secara bersamaan dengan mencari mitra baru, perusahaan juga tengah memproses semua detil untuk kelancaran pembangunan yang diharapkan akan segera selesai.

“Pada prinsipnya bahwa kami akan selalu menaati semua peraturan yang dipersyaratkan,” katanya.

Perhotelan kelas dunia

Lippo Group sebelumnya juga telah menandatangani letter of intent dengan Langham Hospitality Group. Lewat kerja sama tersebut Langham hospitality group akan mengelola dua fasilitas perhotelan kelas dunia.

Langham Hospitality group merupakan perusahaan asal London yang bergerak di bidang hospitality di bawah naungan Great Eagle Holdings. Tercatat Langham hospitality memiliki 50 cabang hotel yang tersebar di seluruh dunia. Ke depannya Lippo merencanakan masih akan ada 5–6 hotel di Meikarta.

Danang melanjutkan semua inovasi yang dilakukan oleh Meikarta dalam membangun sebuah kota modern dengan infrastruktur terlengkap diharapkan menjadi salah satu solusi bagi masalah ketidak mampuan masyarakat untuk membeli rumah yang terjangkau.

“Soalnya banyak kalangan masyarakat yang sudah bekerja dan punya penghasilan tetap tetapi tetap tidak mampu membeli hunian yang terjangkau,” katanya.

Gebrakan saat kelesuan

Meikarta sebutnya merupakan sebuah gebrakan untuk sektor properti yang tengah lesu.

Pembangunan proyek Meikarta yang ditargetkan mencapai 500 hektare di Kabupaten Bekasi akan berlokasi di wilayah strategis di antara 10 industri besar, akses kepada fasilitas transportasi terintegrasi, apartemen modern dan tempat perbelanjaan mewah serta sekolah-sekolah terbaik dan rumah sakit dengan fasilitas internasional untuk menunjang kualitas kehidupan berstandar tinggi.

“Tentunya Meikarta dibangun dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat Indonesia untuk tinggal di kota yang berstandar tiggi dan memiliki infrastruktur modern untuk menunjang standar kehidupan yang tinggi,” tambahnya.

Meikarta merupakan proyek dengan nilai investasi terbesar sepanjang 67 tahun kiprah Lippo Group di Indonesia. (B-BC/jr)

Exit mobile version