Visi !!! UPH punya standar khusus, Rektor Parapak: Kehadiran kampus asing berdampak positif pada kualitas

BENDERRAnews, 1/2/18 (Lippo Village): Ada wacana yang dikemukakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan TinggiRI, Mohamad Nasir ihwal  akan memberi peluang pada kampus asing untuk beroperasi di Tanah Air.

Merespons hal itu, Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH), Prof Jonathan L Parapak mengatakan, ini berdampak positif pada mutu dan kualitas.

Parapak menambahkan, UPH telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi asing (PTA) yang sevisi.

“UPH memiliki standar dan persyarakat khusus menjalin kerja sama dengan PTA. Kami (UPH) selalu berusaha menjalin kerjasama dengan yang sevisi. Misalnya untuk pendidikan guru, UPH menjalin kerja sama dengan Corban University AS dan beberapa PT asing lainnya sesuai visi UPH,” kata Parapak, di Kampus UPH, Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis (1/2/18).

Ia mengatakan, PTA yang diajak kerja sama memiliki keunggulan pada bidang yang dibutuhkan. Misalnya dalam kerja sama dengan Newcastle University, UPH mendapat ilmu dari kampus teknologi terbaik itu.

Selain itu, UPH juga mendapat manfaat melalui kerja sama dengan Biola University di La Mirada, negara bagian California, Amerika Serikat, Stamford University, Melbourne University, Australia, dan National University of Singapore (NUS) “Melbourne University memiliki fakultas kedokteran terkenal di dunia. UPH mengirim mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di sana,” ujarnya.

Tak perlu takut

Parapak mengatakan, perguruan tinggi lokal tidak perlu merasa takut dengan kehadiran PTA. Pasalnya, mereka telah memiliki pangsa pasar sendiri yakni, para mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri.

“Benar Pak menteri (Mohamad Nasir) katakan daripada mereka meninggalkan Tanah Air lebih baik mendatangkan PTA. Dan ini juga termasuk strategi mendatangkan mahasiswa dalam negeri,” katanya.

Prof Parapak menambahkan, PTA tidak dapat beroperasi tanpa rekomendasi pemerintah. Ia meyakini PTA yang lolos verifikasi merupakan PTA terbaik dan sesuai kebutuhan bangsa.

“Kita (perguruan tinggi swasta/PTS) tidak takut dengan kehadiran PT asing karena salah satu persyaratan mereka harus jalin kerja sama dengan PT lokal. PTA unggulan itu bayarannya tinggi,” jelasnya.

Kepentingan nasional dinomorsatukan

Melalui kerja sama UPH dengan PTA, tuturnya, saat ini ada 300 mahasiswa asing dari berbagai negara yang melanjutkan pendidikan di UPH.

Kehadiran mahasiswa asing telah mendorong UPH menerapkan kurikulum pendidikan dengan kualitas internasional.

Meski demikian, kurikulum nasional seperti pendidikan agama, Pancasila, dan kewarganegaraan tetap dinomorsatukan sesuai kepentingan nasional. Demikian Prof Jonathan Parapak, seperti dilansir ‘BeritaSatu.com’. (B-BS/jr — foto ilustrasi istimewa)

Exit mobile version