Philip Paulus Pantouw/Ketua Umum Majelis Keluarga Besar Permesta
TAKTIKINFO – Jakarta – Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) mengutuk keras peristiwa G30S/PKI (Gerakan 30 September) yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 lalu.
Ketua Umum MKBP Philip Paulus Pantouw, menegaskan sejarah bangsa Indonesia telah mencatat bahwa G30S/PKI adalah catatan hitam. “Janganlah diupayakan langkah-langkah politik praktis untuk merubahnya menjadi putih,” tegas Pantouw, kepada taktikinfo, di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
”Ada potongan Syair lagu pop berjudul ‘Tangan Tak Sampai’ yang ditulis Rinto Harahap yang dipopulerkan Christien Panjaitan yang berbunyi: biarlah hitam menjadi hitam dan jangan menjadi putih,” ungkap Philip Pantouw.
Menurut Pantouw, Majelis Keluarga Besar Permesta tetap mengutuk peristiwa G30S/PKI. Sebab ini adalah sejarah dan telah menjadi catatan hitam.
Pantouw menegaskan, permesta hingga saat ini masih tetap anti PKI dan akan melawan setiap upaya yang akan menghidupkan kembali PKI.
”Kami Majelis Keluarga Besar Permesta tetap anti yang namanya PKI, dan akan melawan setiap upaya yang akan menghidupkan kembali PKI,” tegasnya.
Peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI terjadi pada malam hari pada tanggal 30 September hingga dini hari tanggal 1 Oktober 1965.
Akibat gerakan ini terjadi aksi penculikan dan pembunuhan perwira militer dimulai pada malam tanggal 30 September 1965. Operasinya berlangsung melewati tengah malam hingga dini hari tanggal 1 Oktober 1965. (hvs)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














