Tiga rumah habis terbakar di Desa Rerer Minahasa, kerugian mencapai Rp2,4 miliar

Terkait

PRIORITAS, 5/12/25 (Minahasa, Sulut): Di tengah kegembiraan menyambut datangnya hari raya besar umat Kristiani di Tanah Minahasa, sebuah kebakaran yang menghanguskan tiga rumah terjadi di Desa Rerer, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Kerugian ditaksir mencapai Rp2,4 miliar.

Kebakaran yang terjadi Rabu (3/12/25) siang sekitar pukul 14.45 Wita tersebut, menggeggerkan masyarakat Desa Rerer yang terkenal sebagai salah satu sentra penghasil cengkeh di Minahasa. Hingga Jumat (5/12/25) kebakaran tersebut masih menjadi pembicaraan hangat masyarakat Desar Rerer, dan viral di media sosial, mulai dari Facebook, Instagram, sampai TikTok dan WhatsApp Group.

Terpantau di Facebook, unggahan soal kebakaran tersebut, mulai dari video cuplikan live streaming warga, hingga foto-foto dari berbagai sudut pengambilan, masih banyak ditonton dan dikomentari warganet, teruatama oleh warga perantauan dari Desa Rerer dan saudara-saudara serta kerabat.

Tiga rumah yang terbakar diketahui adalah milik Keluarga Mandias–Kaku, Rarumangkay–Tumbel, dan Mandias–Rarumangkay. Ditengarai, api berasal dari rumah keluarga Mandias–Kaku yang kemudian menjalar begitu cepat ke dua rumah di sebelahnya yang memang berjarak hanya beberapa meter. Penyebabnya diduga akibat korsleting listrik.

Kerugian Rp2,4 milyar

Dikutip dari unggahan di situs Polres Minahasa, pemilik salah satu rumah yang terbakar, John Rarumangkay (78 tahun), memperkirakan, kerugian yang dialaminya mencapai Rp1,8 miliar karena banyak barang berharga dan stok dagangan milik anaknya turut hangus terbakar.

Pemilik rumah lainnya, Joni Mandias (65), menaksir kerugian sekitar Rp 250 juta, termasuk dua unit sepeda motor yang ikut terbakar. Sementara pemilik rumah Yeti Rarumangkay (73) mengalami kerugian sekitar Rp 350 juta dan masih shock sehingga belum dapat dimintai keterangan.

Diketahui, api cepat membesar karena rumah yang terbakar merupakan rumah panggung khas Minahasa yang sebagian besar terbuat dari kayu/papan. Di rumah yang diduga kuat menjadi asal api, dikabarkan dalam keadaan kosong karena penghuni sedang pergi, suami ke kebun dan istri sedang ke pemakaman.

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun penghuni salah satu rumah yang sudah lanjut usia dan menderita stroke, Mike Tumbel, hampir saja menjadi korban karena berada sendirian di dalam rumah.

Untung saja seorang tetangga depan rumah, Meiske Gerungan, bergerak cepat melakukan penyelamatan menggunakan kursi roda.

Pemadam kebakaran 

Mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa yang berangkat dari ibukota Tondano berjarak 21 kilometer, tiba di lokasi hampir satu jam kemudian.  Damkar tiba saat tiga rumah yang terbakar tinggal menyisakan puing-puing. Kendati demikian, pemadaman tetap dilakukan sampai api benar-benar padam.

Melalui unggahan-unggahan di media sosial, warga Desa Rerer mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Minahasa menyiagakan mobil Damkar di setiap kecamatan. Hal itu dianggap penting agar jika terjadi kebakaran di lokasi yang jauh dari ibukota Tondano seperti yang terjadi di Desar Rerer, tidak perlu menunggu terlalu lama.

Dikatakan, dengan terpangkasnya jarak dan waktu, upaya pemadaman bisa lebih efesien dan efektif. Kalau jarak cuma 7-10 kilometer dari kota kecamatan, Damkar bisa tiba di lokasi kebakaran dalam waktu hanya beberapa menit, itu membuat upaya pemadaman bisa lebih cepat.

Dari Jakarta, pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Rerer Jabodetabek (KKRJ) menyampaikan rasa prihatin atas terjadinya kebakaran di kampung halaman, terutama karena musibah ini terjadi di saat warga sudah mulai mempersiapkan diri menyambut Natal 2025, sekaligus Tahun Baru 2026.

Melalui WAG KKRJ, pengurus dan anggota KKRJ mengungkapkan simpati kepada keluarga yang rumahnya terbakar. Salah satu pengurus KKRJ, Vera Rarumangkay, termasuk yang terdampak karena salah satu rumah yang terbakar merupakan milik keluarganya.

“Atas nama orang-orang Rerer di Jakarta dan sekitarnya, torang (kami) sampaikan simpati kepada saudara-saudara kami di Desa Rerer yang mengalami musibah kebakaran. Semoga Tuhan memberi kekuatan dan ketabahan,” kata Sandra Mangi, Ketua KKRJ. (P-ht)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini