Ket Foto : Berbagai Kegiatan Perayaan dan Ibadah Pengucapan Pakatuan di Rusunawa, Penggilingan, Jakarta Timur, Sabtu, 10 Oktober 2026/Kolase: TAKTIKINFO
TAKTIKINFO – Perayaan Pengucapan Pakatuan, Persekutuan Hamba Tuhan Kawanua, dibawah Ketua Umum Pdt Alma Shephard Supit, berlangsung di Rusunawa Tower E, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Pengucapan Pakatuan ini diawali dengan prosesi para hamba Tuhan, sambil membawa berbagai hasil bumi dan produk makanan khas Manado-Minahasa yang dibawah seperti kelapa, pisang, jagung, nasi jaha, dodol, dan lain sebagainya. Prosesi hamba Tuhan ini diikuti oleh segenap pengurus maupun anggota Pakatuan.
Acara yang dipandu MC sekaligus Koordinator acara Delvie Kaliey, diawali laporan Ketua Panitia Jootje Lampah, yang mengatakan, berbicara pengucapan, samua orang Manado dan Minahasa, merayakan dengan berbagai ucapan syukur sambil menyediakan makanan dan minuman.
”Kalau pulang dari pengucapan samua bawa nasi jaha, dodol, dan makanan lainnya yang dibungkus tuan rumah yang dikunjungi,” ungkap Jootje.
Sedangkan Ibadah dipimpin Pdt Rudy Timbong, yang menjabat sebagai wakil ketua umum Pakatuan. Dalam firman-nya Rudy Timbong mengambil bacaan Amsal 27:17 berbunyi: “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya”
Menurut Rudy Timbong dalam uraiannya bahwa makna bacaan tersebut adalah mengupas soal relasi yang membentuk karakter. Katanya, sebagaimana dua bilah besi digosokkan bersama agar menjadi tajam, manusia juga berkembang, bertumbuh, dan diperbarui karakternya melalui interaksi dengan sesama.
Selain itu, menggambarkan bahwa proses yang tidak selalu nyaman bahwa Penajaman sering kali melalui gesekan, perbedaan pendapat, kritik yang membangun, atau situasi sulit bersama orang lain.
”Ayat ini mengajarkan bahwa manusia tidak dirancang untuk hidup sendirian, pertumbuhan iman, kesabaran, dan kebijaksanaan terjadi di tengah persekutuan, keluarga, dan lingkungan sosial,” ujar Timbong.
Selesai ibadah, persekutuan hamba Tuhan Kawanua ini juga menyanyikan lagu “Mars Pakatuan” yang diikuti segenap pengurus dan anggota Pakatuan yang hadir.
Pengucapan diisi juga dengan menyanyikan kidung-kidung rohani asal Minahasa. Suksesnya acara ini juga berkat kerja keras panitia masing-masing, Jootje Lampah (Ketua), Stela Rombot (Sekretaris), Bendahara Stin Rosok, dan Delvie Kaliey (Koordinator acara).
Pakatuan yang merupakan wadah interdenominasi mengumpulkan para pendeta, penatua, diaken, dan aktivis gereja yang berdarah Kawanua (Minahasa/Sulawesi Utara).
Kelompok ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kerohanian, serta bersinergi dengan organisasi kebudayaan lain.
Menurut Ketua Umum Pakatuan, Pdt Alma Shephard Supit, pengucapan syukur bermakna rasa terima kasih, pengakuan, dan apresiasi kepada Tuhan atas segala nikmat, berkat, keselamatan, atau hasil yang telah diberikan.
Selain itu disadari bahwa segala sesuatu yang dimiliki baik hidup, kesehatan, pekerjaan, rezeki, semuanya bersumber dari Sang Pencipta. “Karena itu sebagai manusia tidak melupakan kebaikan Tuhan,” ujarnya.
Acara Pengucapan Pakatuan diakhiri dengan ramah tamah, menyediakan makanan khas Minahasa, seperti brenebon, nasi bungkus, ikan woku blanga, ikan bakar, sayur ganemo campur bunga pepaya, dabu-dabu pedas, dan berbagai kue.
Pengucapan ini juga dihadiri beberapa tokoh Kawanua, seperti Bendahara Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Arial Supit, Pdt Iwan Tangka, dan pengurus dan anggota keluarga Pakatuan. (hvs)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














