Polisi tangkap 3 pria eksekutif perusahaan terkait kebakaran dahsyat apartemen di Hong Kong 

Terkait

PRIORITAS, 27/11/25 (Hong Kong):  Tiga orang pria ditangkap polisi Hong Kong terkait kebakaran dahsyat tujuh atau delapan gedung apartemen yang menewaskan sedikitnya 44 orang. Polisi menduga kebakaran besar ini dipicu oleh bahan-bahan yang mudah terbakar tersimpan di salah satu lantai apartemen selama pekerjaan pemeliharaan.

Sebagaimana dilansir dari detikcom dengan bersumber pada kantor berita AFP Kamis (27/11/25), polisi mengatakan pihaknya telah menangkap tiga orang pria terkait kebakaran tersebut. Ketiga orang pria tersebut ditangkap setelah bahan-bahan yang mudah terbakar tertinggal selama pekerjaan pemeliharaan dan menyebabkan api “menyebar dengan cepat di luar kendali”.

Ketiga pria tersebut merupakan eksekutif dari sebuah perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab atas pemasangan bahan-bahan itu untuk renovasi bangunan tersebut. Para tersangka yang berusia antara 52 hingga 68 tahun itu terdiri atas dua direktur perusahaan dan seorang konsultan proyek yang kelalaiannya diyakini telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Tidak ada keterangan apakah terdapat unsur sabotase atau kesengajaan pihak tertentu dalam kebakaran besar itu. Mengingat ratusan penghuni apartemen masih dinyatakan hilang, kemungkinan besar akan menambah jumlah korban pada saat-saat mendatang.

Suara retakan keras

Diketahui, api yang besar pertama kali membakar perancah bambu di beberapa blok apartemen Wang Fuk Court pada Rabu (26/11/25) di distrik utara Tai Po, yang sedang menjalani perbaikan di seluruh kompleks.

Menurut laporan, seorang reporter AFP yang sedang berada di dekat lokasi kejadian mendengar suara retakan yang keras. Retakan tersebut kemungkinan berasal dari bambu yang terbakar. Ia  melihat kepulan asap tebal mengepul dari bangunan-bangunan tersebut saat api dan abu membumbung tinggi ke langit.

Penuturan seorang warga berusia 65 tahun bermarga Yuen, ia telah tinggal di kompleks tersebut selama lebih dari empat dekade dan banyak tetangganya yang lanjut usia dan mungkin tidak dapat bergerak.

“Jendela-jendela ditutup karena sedang dalam pemeliharaan, (beberapa orang) tidak tahu ada kebakaran dan harus diberitahu untuk mengungsi melalui panggilan telepon oleh tetangga, saya sangat terpukul,” kata Yuen kepada AFP.

Dua WNI korban tewas

Departemen pemadam kebakaran Hong Kong menambah jumlah korban tewas menjadi 44 orang pada Kamis (27/11/25) pagi.

Di antara korban tewas terdapat seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun, yang ditemukan dengan luka bakar di wajahnya setengah jam setelah kehilangan kontak dengan rekan-rekannya, menurut direktur pemadam kebakaran Andy Yeung.

Pemimpin kota John Lee mengatakan pada Kamis dini hari bahwa 279 orang hilang, meskipun petugas pemadam kebakaran kemudian mengatakan bahwa mereka telah melakukan kontak dengan beberapa orang tersebut. Lee mengatakan lebih dari 900 orang mencari perlindungan di tempat penampungan sementara.

Seperti diberitakan sebelumnya, di antara korban tewas, terdapat dua warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor informal sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Ditengarai kedua korban bekerja sebagai asisten rumah tangga di apartemen yang terbakar. Dua WNI lainnya mengalami luka-luka.

Sampai sejauh ini pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong belum menyampaikan identitas para korban. Tapi dijelaskan, pihak KJRI sudah menghubungi keluarga korban di Indonesia dan sedang berusaha melakukan repatriasi (pemulangan) jenazah ke tanah air. (P-*/ht)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini