19 ribu penerbangan tertunda akibat ‘shutdown’ di Amerika Serikat

Terkait

PRIORITAS, 27/10/25 (Washington): Sebanyak 19.000 penerbangan tertunda dari Sabtu hingga Senin ini dan 1.600 penerbangan tambahan terpaksa dibatalkan, akibat ‘shutdown’ atau penutupan operasional kantor pemerintah di Amerika Serikat.

Informasi terbaru yang diperoleh BeritaTakTikInfo.com.com, hari Senin (27/10/25),  ‘shutdown’ yang sudah berlangsung selama 26 hari ini, sangat berdampak bagi pekerja operasional penting di semua bandar udara Amerika Serikat, karena mereka tidak digaji selama penutupan ini.

Itu akibat anggaran negara AS sisa tahun 2025 dan 2026 tak kunjung disahkan Kongres, setelah pertikaian dua kubu partai Demokrat (yang menguasai Kongres) dan Republik (kubu Presiden Donald Trump).

Saat ini, terdapat 13.000 petugas Air Traffic Controller (ATC) atau pengatur lalu lintas udara dan lebih dari 50.000 Transportation Security Administration (TSA) atau petugas keamanan yang mengatur penumpang dan bagasi udara di AS, yang masuk kerja tanpa bayaran.

Menteri Perhubungan Amerika Serikat, Sean Duffy, memperingatkan para penumpang harus bersiap menghadapi lebih banyak penundaan dan pembatalan penerbangan, karena penutupan yang terus berlanjut semakin menekan perjalanan udara.

“Yang saya perkirakan akan terjadi, menjelang Senin, besok, Selasa, dan Rabu, adalah akan terjadi lebih banyak kekurangan staf di menara, yang berarti akan ada lebih banyak penundaan dan pembatalan,” ungkap Duffy.

Penundaan melonjak

Juru bicara Senat AS dari Partai Republik, Mike Johnson,  mengatakan penundaan penerbangan di AS kini melonjak dari 5% menjadi 53%, karena kekurangan staf akibat penutupan pemerintahan.

Ia mengemukakan, kini para pengendali lalu lintas udara bekerja keras tanpa bayaran, hanya untuk menjaga penerbangan warga Amerika tetap aman dan tepat waktu.

Mike Johnson menuding para anggota Demokrat di Kongres, yang menjadi penyebab penutupan pemerintahan di AS.

“Partai Demokrat menyandera gaji mereka – membiarkan mereka menderita – hanya demi pengaruh politik Partai Demokrat”, kata Johnson.

Ia menyebut daftar warga Amerika yang dirugikan akibat penutupan pemerintahan yang disebabkan Partai Demokrat ini terus bertambah. Banyak keluarga kehilangan bantuan gizi dan pelayanan kesehatan.

Makin parah

Penutupan ini memperparah masalah yang sudah berlangsung lama di Badan Penerbangan Federal (FAA), yang telah bergulat dengan kekurangan staf yang signifikan selama bertahun-tahun.

“Pengatur lalu lintas udara sudah mulai kehabisan tenaga”, Kata Menhub Duffy seperti dilaporkan USA Today.

Pada bulan Mei lalu, Duffy mengatakan FAA kekurangan sekitar 3.000 pengatur lalu lintas udara di seluruh negeri.

Rumitnya, petugas TSA dan pengatur lalu lintas udara FAA dianggap sebagai karyawan penting di seluruh bandara. Jadi, mereka diwajibkan bekerja selama penutupan (shutdown), meskipun tidak menerima gaji.

Meski begitu, para pekerja penting ini akhirnya mulai tidak masuk kerja dalam jumlah yang semakin banyak, karena mereka tak mampu lagi harus menghidupi diri sendiri dan keluarga selama hampir sebulan tanpa uang.

Hal ini mengakibatkan antrean keamanan yang lebih panjang dan penundaan penerbangan bahkan pembatalan di beberapa bandara di Amerika Serikat.

Kekurangan pegawai di beberapa fasilitas kendali lalu lintas udara telah menimbulkan masalah.

Awal bulan ini, FAA terpaksa menunda penerbangan ke Burbank, California, karena tidak ada petugas yang menjaga menara kontrol udara di sana selama beberapa jam pada malam hari.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini