PRIORITAS, 18/5/25 (Natuna): Nelayan di Natuna, Kepulauan Riau, kembali mengeluhkan maraknya aktivitas kapal ikan asing (KIA) di wilayah perairan mereka. Kapal-kapal yang diduga berasal dari China dan Vietnam itu memasuki zona tangkap tradisional, merusak rumpun ikan, dan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
“Laut kami makin dikuasai kapal asing. Kami sudah capek mengadu, mohon Pak Prabowo turun tangan,” ujar Dedi, salah satu nelayan Natuna, dalam video yang beredar Jumat (16/5/2025).
Keluhan serupa disampaikan Amerudin, nelayan lainnya, yang mengaku situasi semakin memicu emosi warga. “Sudah ada yang ingin membakar kapal pukat cumi dari luar daerah,” katanya.
Para nelayan meminta aparat keamanan laut meningkatkan patroli dan penindakan terhadap kapal asing dan luar daerah yang merusak lingkungan.
Sementara itu, Humas Bakamla, Kapten Yohanes, menyatakan pihaknya belum menerima informasi valid soal keberadaan KIA di perairan Natuna. “Jika titik koordinatnya jelas, kami akan tindak dengan KN Tanjung Datu-301,” ujarnya.














