Waduh!!! Helikopter yang ditumpangi Putin diserang ‘drone’ Ukraina

Terkait

PRIORITAS, 27/5/25 (Moskow): Suara tembakan terdengar membelah langit Kursk, Rusia, pekan lalu. Di balik kobaran api yang terlihat dari kejauhan, helikopter yang ditumpangi Presiden Rusia, Vladimir Putin sedang berusaha menghindari serangan drone Ukraina yang datang tanpa aba-aba.

BeritaTakTikInfo.com.com, mendapat informasi, Selasa (27/5/25), serangan itu tak hanya mengagetkan, tapi juga mengirimkan sinyal baru, medan konflik kini semakin mendekati sosok nomor satu di Rusia.

Mayor Jenderal Yuri Dashkin, komandan pertahanan udara Rusia, membenarkan kejadian itu. Lewat siaran televisi Rossiya-24 pada Minggu (25/5/25), Dhaskin menyebut sistem pertahanan udara langsung bereaksi.

“Selama periode ketika presiden bekerja di wilayah Kursk, musuh melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan kendaraan udara tak berawak,” kata Dashkin.

Tak hanya satu atau dua drone, namun sejumlah UAV (unmanned aerial vehicles) menyerbu wilayah udara Kursk saat kunjungan itu berlangsung.

Pertama kali

Insiden ini menjadi yang pertama kali terungkap secara resmi helikopter kepresidenan Rusia harus ikut serta dalam aksi tembak-menembak. Dashkin bilang, pengamanan dilakukan dalam dua lapis—udara dan darat.

“Tugas itu berhasil diselesaikan. Serangan pesawat nirawak musuh berhasil dihalau, dan semua target udara berhasil diserang,” tegasnya, dilansir dari Beritasatu.com.

Moskow belum menyebut secara rinci model drone yang menyerang. Namun berdasarkan pola serangan sebelumnya, Ukraina kerap menggunakan drone jarak jauh yang dipersenjatai dan dikendalikan dengan akurasi tinggi.

Ukraina belum beri keterangan resmi

Pemerintah Ukraina sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan ini. Tapi jika klaim tersebut akurat, berarti Kyiv memiliki akses ke data intelijen yang sangat sensitif—termasuk lokasi rahasia Presiden Putin.

Publik baru tahu soal kunjungan Putin ke Kursk setelah ia meninggalkan lokasi. Di sana, Putin bertemu para relawan lokal, kepala daerah, dan meninjau pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Kursk-II bersama Penjabat (Pj) Gubernur Kursk, Alexander Khinshtein.

Helikopter yang digunakannya diyakini Mi-17, versi modern dari Mi-8 era Soviet. Kapasitas angkutnya besar, teknologinya pun canggih. Tapi seperti diungkap beberapa pengamat, sistem pertahanan helikopter ini tidak cukup untuk menangkis serangan drone modern yang terkoordinasi.

Kursk bukan wilayah sembarangan. Kawasan ini sempat direbut pasukan Ukraina pada Agustus 2024. Namun, setelah itu, militer Rusia—dengan tambahan personel besar-besaran dan bantuan dari Korea Utara—merebutnya kembali.

Valery Gerasimov selaku Kepala Staf Umum Rusia membeberkan, operasi di wilayah ini juga jadi simbol perlawanan. Pasukannya bertempur bersama ribuan prajurit dari Korea Utara yang menurut Moskow “membantu mempertahankan integritas wilayah Rusia.”

Serangan terhadap helikopter Putin menjadi satu dari serangkaian upaya Ukraina yang makin intensif menyerang titik-titik strategis. Kilang minyak, lapangan udara militer, hingga jantung pemerintahan seperti Istana Senat Kremlin pernah menjadi target.

Meski Kremlin belum mengakui secara terbuka bahwa sang presiden dalam bahaya, peristiwa ini memperlihatkan konflik tak lagi hanya terjadi di medan perang—tapi sudah menyentuh elit kekuasaan. (P-Khalied M)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini