PRIORITAS, 8/8/25 (Washington): Pemerintah Amerika Serikat (AS) menghentikan proyek terbaru vaksin Corona Virus Disease 19 (Covid-19) jenis mRNA, meski telah menyelamatkan jutaan jiwa selama pandemi di seluruh dunia.
Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Robert F Kennedy Jr, yang dikenal sebagai pengkritik vaksin Covid sejak lama, membatalkan proyek penelitian senilai US$ 500 juta yang didanai pemerintah.
Proyek tersebut sebenarnya bertujuan untuk menciptakan vaksin mRNA jenis baru, yang mampu menangkal virus penyakit pernapasan yang berpotensi memicu darurat kesehatan berikutnya.
Keputusan ini mengecewakan para ahli penyakit menular di seluruh dunia.
Mereka menilai teknologi mRNA memungkinkan produksi vaksin jauh lebih cepat dibandingkan metode tradisional, sehingga memberi waktu berharga jika pandemi baru muncul.
“Jika menggunakan teknologi lama untuk menargetkan strain flu pandemi, akan dibutuhkan waktu 18 bulan hanya untuk memproduksi cukup vaksin bagi seperempat populasi dunia,” kata pakar kesiapsiagaan pandemi Universitas Minnesota, Michael Osterholm, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Beritasatu.com, hari Jumat (8/8/25).
Diketahui, bertahun-tahun penelitian menunjukkan perlindungan dari vaksin Covid-19, baik yang berbasis mRNA maupun berbasis teknologi tradisional, memang menurun seiring waktu.
Namun, vaksin tetap memberikan perlindungan paling kuat terhadap infeksi parah dan kematian, meskipun seseorang masih bisa terinfeksi.
Hal ini umum terjadi pada virus corona maupun virus flu, karena keduanya terus bermutasi.
Itulah sebabnya dianjurkan untuk menerima vaksin flu setiap tahun, yang hingga kini masih diproduksi dengan metode tradisional, bukan mRNA.
Vaksin Covid-19 berbasis mRNA dari Pfizer dan Moderna dapat diperbarui lebih cepat setiap tahunnya dibandingkan jenis tradisional.
Keunggulan tersebut mendorong banyak perusahaan untuk mengembangkan vaksin lain dengan teknologi serupa.(P-Jeffry W)














