Berbaur bersama ‘influencer’, kaum difabel bertanding padel

Terkait

PRIORITAS, 16/9/25 (Jakarta): Olahraga padel belakangan ini semakin populer. Hampir semua kalangan berolahraga padel, pria-wanita, tua-muda, mulai dari kalangan profesional, artis, mahasiswa, pelajar, sampai masyarakat umum.

Gara-gara popularitas padel yang melejit, kaum difabel pun tak mau ketinggalan. Dengan segala keterbatasan, mereka juga bermain padel, bahkan bertanding meski hanya ekshibisi.

Pertandingan ekshibisi inklusif (untuk semua kalangan) tersebut mempertemukan sejumlah atlet paralimpiade Indonesia dengan influencer pemerhati masalah inklusivitas dan penggemar padel.

Pertandingan dikaitkan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional dan Hari Kesehatan Gigi Nasional yang keduanya diperingati setiap bulan September. Pertandingan yang diberi nama “OMDC Padel Day” diadakan di Lapangan Padel “East Kemang”, Jakarta Selatan, pada akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Fimela.com Selasa (16/9/25).

Tersenyum bahagia bersama

Tiga dari delapan peserta pertandingan ekshibisi padel “OMDC Padel Day” dalam rangka Hari Olahraga Nasional dan Hari Kesehatan Gigi Nasional di bulan September 2025. (Dok. OMDC)

 

Pemrakarsa acara ini mengusung tema “Smiles for Everyone”. “Tujuannya ingin menyebarkan semangat untuk sehat bersama, berolahraga bersama, dan tersenyum bahagia bersama,” ujar drg. Oktri Manessa dari OMDC Group selaku penyelenggara.

Disebutkan, berbeda dari perayaan olahraga pada umumnya, penyelenggara mengedepankan isu inklusivitas karena sehat dan bahagia adalah hak semua orang, termasuk penyandang disabilitas.

Sebagai simbol kebersamaan, acara ini menampilkan pertandingan ekshibisi inklusif dengan melibatkan delapan peserta mulai dari atlet difabel hingga influencer yang aktif menyuarakan isu inklusivitas.

Keputusan penyelenggara memilih padel sebagai olahraga perayaan peringatan tahun ini, karena kepopulerannya dirasa efektif untuk menyampaikan semangat sehat jiwa raga yang ingin disebarkan.

Melalui padel, penyelenggara juga ingin menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya membuat tubuh sehat, tetapi juga membahagiakan jiwa.

Delapan peserta

Pertandingan ekshibisi padel  “Smiles for Everyone” melibatkan delapan peserta difabel dan influencer. Ada Yongki Kamandi atlet timnas futsal tuli putra, Tri Ratna Mon atlet tolak peluru paralimpiade, dan Iky atlet parabadminton.

Ada juga Novi atlet paraplegik, Indah Permata atlet angkat besi paralimpiade, dan Fila Alviana atlet menembak paralimpiade.

Melengkapi daftar peserta adalah Kirana influencer dan aktivis inklusivitas, dan Ivena A influencer yang juga penggemar sport khususnya padel.

Para peserta bermain secara bergantian dalam empat  pertandingan dengan durasi masing-masing 15–20 menit.

Mengenal olahraga padel

Minat terhadap olahraga padel di Indonesia sangat tinggi, terutama dalam satu tahun terakhir. Lapangan-lapangan padel banyak bermunculan. (Courtesy: eraspace.com)

Padel merupakan olahraga raket yang memadukan elemen tenis dan squash. Cabang olahraga ini diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2010-an, namun baru populer dan digandrungi dalam satu tahun terakhir ini.

Bali jadi daerah yang pertama kali membuka pintu bagi perkembangan padel di tanah air. Sebelum berkembang menjadi olahraga populer kaum urban, padel semula dibawa ke Indonesia oleh komunitas ekspatriat dari Spanyol serta Argentina.

Penyebarannya tergolong cepat lantaran permainan ini menawarkan dinamika yang unik dengan lapangan berdinding dan bola yang memantul.

Di samping itu, padel juga diminati karena memberi akses mudah bagi pemula dan bisa dimainkan secara berpasangan.

Hal ini membuat olahraga tersebut dipandang sebagai opsi aktivitas menarik, yang bukan hanya menyehatkan, tetapi juga bermanfaat mempererat hubungan sosial, seperti dikutip dari Liputan6.com.

Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) mencatat, pada Juni 2025 terdapat setidaknya 133 lapangan padel permanen di Indonesia. Per-Agustus 2025, jumlah lapangan bertambah signifikan, diperkirakan mencapai sekitar 300 lapangan, didominasi Jabodetabek (40 persen), Bali (30 persen), sisanya tersebar di kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, Semarang dan Yogyakarta.

Kota-kota lain juga terdeteksi menjadi penyebaran olahraga padel di Indonesia. Di pulau Sumatera, Medan dan Palembang merupakan dua kota yang memiliki lapangan padel yang semakin banyak. Sama halnya dengan di Kalimantan (Samarinda, Pontianak), dan Sulawesi (Makassar). (P-rwt)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini