PRIORITAS, 4/7/25 (Kopenhagen): Pemerintah Denmark untuk pertama kalinya mengeluarkan Undang Undang Wajib Militer bagi perempuan.
Penerapan ini dilakukan terjadi gara-gara meningkatnya kekhawatiran pertahanan Eropa menyusul Rusia menginvasi Ukraina.
Dalam aturan tersebut, Denmark mengharuskan perempuan untuk mendaftar dinas militer pada usia 18 tahun.
Perekrutan tentara perempuan ini, menempatkan mereka di bawah sistem seleksi yang sama dengan laki-laki.
Meskipun tidak semua perempuan akan dipanggil, mereka yang dianggap layak secara medis dapat direkrut melalui proses undian—sama seperti rekan-rekan laki-laki mereka.
Negara dengan jumlah penduduk sekitar 6 juta orang ini, mempertahankan struktur militer hibrida.
Angkatan Bersenjata Denmark terdiri dari sekitar 9.000 tentara profesional penuh waktu, yang didukung beberapa ribu rekrutan jangka pendek setiap tahun.
Pasukan sementara ini—baik pria maupun wanita—biasanya bertugas selama beberapa bulan.
Nomor undian
Menurut media Ynetnews, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com, hari Jumat (4/7/25), Denmark pertama-tama merekrut tentara dari sekumpulan sukarelawan.
Tetapi jika kumpulan itu tidak cukup untuk memenuhi target tahunan, militer melengkapinya dengan wajib militer melalui undian dari mereka, yang tidak menjadi sukarelawan.
Berdasarkan sistem sebelumnya, semua pria diharuskan mendaftar dan mengikuti pemeriksaan medis pada usia 18 tahun.
Mereka yang dianggap layak menerima nomor undian.
Undian antara 1 dan 8.000 berarti individu tersebut dapat dipanggil bahkan di masa damai, jika tidak cukup
Jumlah di atas 8.000 orang dianggap memenuhi syarat hanya jika terjadi perang.
Meskipun wajib militer adalah keharusan, sebagian besar dari mereka yang memenuhi syarat diizinkan untuk menunda tugas, hingga menyelesaikan studi universitas.
Undang-undang baru yang mulai berlaku pada 1 Juli 2025 ini, mengharuskan perempuan untuk menjalani proses pendaftaran dan seleksi yang sama.
Sebelumnya, perempuan hanya diizinkan untuk bergabung dengan militer sebagai sukarelawan.
Pada tahun 2024, sekitar 24 persen dari 4.700 rekrutan ialah perempuan.
Khawatir terhadap Rusia
Reformasi ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran pertahanan di Eropa, menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 lalu.
Perang Rusia dan Ukraina hingga kini masih berlangsung dengan jumlah korban jiwa mencapai lebih watu juta orang.
Adanya kekhawatiran Rusia dapat menargetkan negara-negara lain di masa mendatang, banyak negara Eropa telah meningkatkan pengeluaran militer dan upaya perekrutan.
Denmark yang juga anggota negara Pertahanan Atlantik Utara (NATO), berjanji minggu lalu untuk meningkatkan anggaran pertahanannya secara signifikan.
Bagian dari perombakan tersebut, Denmark berencana untuk memperpanjang masa wajib militer dari empat bulan menjadi 11 bulan pada tahun 2026.
Selain itu, Denmark juga meningkatkan jumlah wajib militer dari sekitar 5.000 menjadi 7.500 pada tahun 2033.
Perlu perbaikan
Meskipun memiliki rekam jejak yang kuat dalam kesetaraan gender, militer Denmark mengakui masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengintegrasikan wanita ke dalam angkatan bersenjata.
Seorang tentara Denmark, Katrine, mengatakan kepada Reuters, perbaikan masih diperlukan.
Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal peralatan. Saat ini, perlengkapan itu dibuat untuk pria, jadi mungkin ranselnya agak terlalu besar, begitupun seragamnya.
Katrine, yang bergabung sebagai relawan, menyambut baik undang-undang baru yang mengharuskan perempuan untuk menjadi bagian dari sistem wajib militer.
“Dalam situasi dunia saat ini, perlu ada lebih banyak wajib militer, dan saya pikir perempuan harus berkontribusi untuk itu secara setara, seperti halnya laki-laki”, katanya. (P-Jeffry W)














