Kenapa disebut ‘darah emas’?
Tidak adanya antigen Rh membuat Rh-null kompatibel untuk membantu banyak pasien dengan kelainan darah langka yang membutuhkan kecocokan super spesifik.
Artinya, satu kantong Rh-null bisa menyelamatkan kasus-kasus medis yang bahkan rumah sakit besar pun kesulitan mencarikan donor.
Tapi jumlah pemiliknya yang amat sedikit membuat tiap tetesnya berharga. Sangat berharga. Itulah asal-usul sebutan “darah emas”.
Ilmuwan coba buat ‘darah emas’ di lab
Kelangkaannya membuat ilmuwan mencoba memproduksinya secara buatan. Pada 2018, tim Ash Toye berhasil membuat tipe darah langka itu menggunakan teknologi CRISPR-Cas9—sebuah lompatan yang sebelumnya cuma ada di jurnal-jurnal futuristik.
Tapi mimpi produksi massal Rh-null belum dekat. Penggunaan rekayasa genetik ini masih tersangkut regulasi ketat. Proses untuk memindahkannya dari lab ke ruang perawatan nyata bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Toye kini memimpin uji klinis RESTORE—studi pertama yang menguji sel darah merah hasil kultur laboratorium, dibuat dari sel punca donor untuk ditransfusikan ke manusia.
“Saat ini mengambil darah dari lengan orang masih jauh lebih efisien. Tapi, bagi mereka dengan golongan darah sangat langka, kemampuan menumbuhkan darah tambahan akan sangat membantu,” pungkasnya.
Di dunia tempat satu kantong darah bisa jadi penyelamat atau jalan buntu, golongan darah Rh-null adalah legenda hidup. Tak terlihat, tak terjangkau, tapi jadi harapan terakhir bagi pasien yang berada di ujung pilihan. (P-Khalied M)














