“Kuasa Gelap” Film Horor Indonesia Rasa Barat, Proses Produksi 6 Tahun

Terkait

PRIORITAS, 25/8/2024, 25/8/2024 (Jakarta): Akhirnya, hadir juga film horor nasional pertama berlatar belakang eksorsisme yaitu cara mengusir setan lewat ajaran agama Katolik. Judul filmnya “Kuasa Gelap”, diproduksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, disutradarai Bobby Prasetyo. Sederet aktor dan aktris senior dan pendatang baru membintangi film ini, yaitu Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Astrid Tiar, Lea Ciarachel, Freya JKT48, dan Delia Husein.

Deretan pemain “Kuasa Gelap”, perpaduan senior dan yunior. (Foto: Ist./Paragon Pictures & Ideosource Entertainment)

Robert Ronny, produser film “Kuasa Gelap” mengakui telah lama bermimpi untuk membuat film tentang eksorsisme Katolik. Kecintaannya terhadap tema ini dimulai sejak menonton film horor klasik ”The Exorcist” (produksi 1973) karya William Friedkin. Film yang ditontonnya semasa remaja tersebut meninggalkan kesan dalam benaknya.

”The Exorcit adalah salah satu dari sedikit film horor yang berhasil membuat saya takut,” ujar Robert kepada pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan beberapa hari lalu. Terlebih lagi, sebagai penganut Katolik, Robert merasa terobsesi untuk membuat film serupa yang menggambarkan eksorsisme dari sudut pandang agamanya.

“The Exorcit” sendiri merupakan salah satu film  sukses di Amerika Serikat pada tahun 1973, diadaptasi dari novel karya William Peter Blatly dengan judul yang sama. Film tersebut dibintangi antara lain Linda Blair, Ellen Burstyn, Jason Miller, dan Max von Sydow, menceritakan iblis jahat Pazuzu masuk ke tubuh anak perempuan bernama Regan. Anak ini menderita luka di sekujur tubuh. Dia juga menyerang dan membunuh orang saat kerasukan, sehingga ibunya berupaya mencari cara mengobati, dan akhirnya mencoba lewat cara eksorsisme yang dilakukan dua orang imam Katolik.

Sama dengan di negara mana pun, eksorsisme, menurut Hukum Kanon Gereja Katolik, hanya bisa dilaksanakan oleh  imam yang telah ditahbiskan (atau yang lebih tinggi jabatan gerejawinya) dengan izin resmi uskup setempat, dan hanya dilakukan setelah adanya sebuah pemeriksaan medis, terutama oleh psikiater.

Tantangan Penggarapan Film Eksorsisme di Negara Mayoritas Muslim

Meskipun sangat bersemangat, Robert menyadari bahwa membuat film tentang eksorsisme Katolik di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, bukanlah hal mudah. “Indonesia kan mayoritas Muslim, memangnya bisa bikin film horor Katolik? Jadi saya hanya simpan di kepala,” kata pria kelahiran 1977 itu.

Namun, mimpi itu mulai menemukan jalannya pada 2018. Suatu hari, Robert membaca berita online tentang seorang Romo Katolik di Jawa Tengah yang rutin melakukan eksorsisme. Ia pun segera melacak keberadaan Romo tersebut dengan harapan bisa mendiskusikan rencananya. Tetapi Robert langsung dihadapkan pada kenyataan bahwa institusi Katolik sangat tertutup terhadap hal-hal semacam ini.

Proses Produksi 6 Tahun 

Harapan Robert muncul kembali setelah dua tahun berjuang keras dalam proses perizinan yang panjang dan penuh tantangan. ”Kuasa Gelap” akhirnya mendapatkan restu dari gereja Katolik untuk diproduksi dan melakukan syuting di Indonesia.

Lantaran melibatkan institusi gereja (Katolik) seperti dalam adegan ini, agar tidak salah, produser “Kuasa Gelap” harus mengikuti Simposium Eksorsisme Asia Tenggara yang diadakan oleh Vatikan di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai salah satu syarat yang diminta oleh Keuskupan Agung Jakarta. (Foto: Ist./Paragon Pictures & Ideosource Entertainment)

Ia merinci, persiapan film ini sangat matang. Robert bahkan mengikuti Simposium Eksorsisme Asia Tenggara yang diadakan oleh Vatikan di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai salah satu syarat yang diminta oleh Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Tujuannya adalah agar ”Kuasa Gelap” dapat menampilkan prosesi eksorsisme yang benar sesuai dengan ajaran Katolik.

“Kami pelajari banyak kasus (eksorsisme), banyak ketemu dengan korban-korbannya sampai akhirnya kami angkat salah satu kasus yang paling menarik yang kemudian menjadi ide cerita dalam film ini,” ungkap Robert.

Proses produksi ”Kuasa Gelap” memakan waktu enam tahun, dipenuhi dengan riset yang cukup kompleks. Andi Boediman, selaku eksekutif produser film ini, menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam produksi Kuasa Gelap terletak pada penulisan naskah. “Naskahnya sangat menantang, bahkan sempat harus berganti penulis karena tekanan yang begitu besar.

Disutradarai oleh Bobby Prasetyo, Kuasa Gelap mengangkat tema eksorsisme dengan latar belakang agama Katolik. Film ini mengisahkan perjalanan seorang pastor yang terjebak krisis iman, namun harus terlibat dalam ritual pengusiran setan.

Sinopsis “Kuasa Gelap”

Menonton “Kuasa Gelap”, serasa menonton film horor Barat. (Foto: Ist./Paragon Pictures & Ideosource Entertainment)

Film  bergenre horor “Kuasa Gelap” yang terinspirasi dari kisah nyata ini, adalah film yang ditulis oleh Vera Varidia, Robert Ronny, dan Andri Cahyadi.

Menceritakan bagaimana kisah kehidupan seorang Thomas (Jerome Kurnia) yang bermaksud mengundurkan diri sebagai Romo setelah dirinya melewati suatu kejadian di mana kematian ibu dan adiknya secara tragis. Namun dirinya justru diberi tugas terakhir untuk membantu Romo eksorsis, Rendra (Lukman Sardi), yang kesehatannya kian menurun, untuk mengusir iblis yang merasuki Kayla (Lea Ciarachel), sahabat mendiang adiknya.

Usaha Thomas dan Rendra yang berusaha sekuat tenaga untuk mengusir iblis yang bersemayam dalam tubuh Kayla, namun ternyata sosok iblis itu sangat kuat. Tidak hanya itu, sosok iblis tersebut bukan saja mengancam nyawa Kayla tetapi juga Maya (Astrid Tiar), ibu Kayla yang menyimpan masa lalu gelap hingga membuatnya dikejar rasa bersalah.

Melalui pendekatan eksorsisme, menonton film yang dijadwalkan tayang pada 3 Oktober 2024 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia ini, serasa menonton film horor Barat. (P-kapanlagi.com/hdt)

 

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini