Pemerintah Vanuatu berterimakasih atas bantuan kemanusiaan RI, nilainya Rp11 miliar lebih

Terkait

PRIORITAS, 29/12/24 (Jakarta): Pemerintah Vanuatu sangat berterimakasih atas bantuan kemanusiaan dari Indonesia kepada negara yang Selasa (17/12/24) pekan lalu dilanda gempa dahsya berkekuatan 7,5 skala Ritcher itu. Bantuan tersebut telah tiba di Bandara Bauerfield, Port Vila, Vanuatu, Sabtu (28/12/24).

Ketua delegasi Indonesia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan melalui video yang dibagikan Humas BNPB, para pejabat Vanuatu sangat berterimakasih  (atas bantuan Indonesia) sebagaimana yang mereka sampaikan kepada delegasi Indonesia.

Bantuan senilai Rp11 miliar lebih yang kabarnya dilakukan atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto itu, dibawa menggunakan tiga pesawat, dua di antaranya pesawat pengangkut kargo dan satu pesawat mengangkut rombongan delegasi dan logistik tambahan.

Di Bandara Bauerfield, Port Vila, bantuan tersebut diserah-terimakan dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, atas nama pemerintah RI, kepada pemerintah Vanuatu yang diwakili Menteri Kesehatan dan Pelaksana Tugas Perdana Menteri.

Suharyanto berharap, melalui bantuan tersebut, masyarakat Vanuatu yang terdampak bencana bisa segera tertangani. Bantuan ini juga merupakan solidaritas kemanusiaan antara kedua negara yang bersahabat, sekaligus memantapkan dan meneguhkan posisi Indonesia sebagai negara besar, sebagai negara yang selama ini selalu memberikan bantuan ketika negara-negara di sekitarnya mengalami bancana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia di bawah koordinasi BNPB mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Vanuatu, sebuah begara kepulauan di arah sebelah tenggara Pulau Papua, Indonesia. Bantuan dengan total berat 50,5 ton untuk warga Republik Vanuatu yang dilanda gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter pada Selasa (17/12/24) pekan lalu.

Gempa dahsyat yang berpusat di 31 kilometer dari ibu kota Port Villa itu menewaskan 14 orang, sedikitnya 8.000 jiwa terdampak, menghancurkan banyak bangunan, hingga memicu tanah longsor di beberapa titik negara kepulauan itu.

Pelepasan bantuan kemanusiaan dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pada Jumat (27/12) sore di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Hadir mendampingi Pratikno dalam acara tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina.

Pratikno mengatakan, pengiriman bantuan kemanusiaan ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. “Arahan Presiden agar bantuan ini segera diberangkatkan. Presiden minta kepada tim yang akan berangkat ke Vanuatu untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dan bekerja sama yang baik dengan pemerintah dan masyarakat Vanuatu,” jelas Pratikno.

“Sekali lagi, Vanuatu adalah negara sahabat kita, dan bencana ini menjadi keprihatinan kita,” tegas Pratikno. Pratikno menambahkan, Presiden berharap bantuan dari pemerintah dan masyarakat Indonesia ini dapat membantu meringankan beban korban bencana gempa bumi di Vanuatu.

“Hari ini yang akan dikirim ke Vanuatu antara lain logistik peralatan, personil dokter dan tim lain yang akan membantu untuk memperkuat pelayanan penanganan pengungsi,” tambah Pratikno.

Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan terdiri atas logistik peralatan dan kebutuhan dasar serta obat-obatan. Bantuan ini diantar langsung oleh delegasi Indonesia yang dipimpin Kepala BNPB dengan anggota delegasi dari perwakilan BNPB, perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Komisi VIII DPR RI.

Barang bantuan yang disiapkan oleh BNPB berupa tenda pengungsi 10 set, tenda keluarga 50 set, jerigen lipat 1.000 pcs, tangki fleksibel 50 unit, genset 10 set, lampu penerangan portabel 10 unit, lampu penerangan tenaga surya 25 unit, amcus 2 unit, kebutuhan wanita 500 pak, peralatan kebersihan 500 pak, dan peralatan memasak 500 set.

Barang lainnya, matras dan selimut masing-masing 1.000 pcs, paket sembako 1.000 pak, kasur lipat 1.000 pak, makanan siap saji 2.500 pouch, paket makanan tambahan balita 300 pak, paket tambahan ibu hamil 250 pak, mie instan 800 box, dan perahu beserta mesinnya 2 unit.

“Kali ini ada 21 barang kebutuhan dasar pengungsi, sudah dikomunikasikan dengan Pemerintah Vanuatu, kemudian ada permintaan khusus perahu karet dan mesinnya. Total nilai bantuan logistik peralatan ini sejumlah lebih dari 11 miliyar rupiah,” jelas Suharyanto.

Selain dukungan logistik peralatan, Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes turut mengirimkan sejumlah obat-obatan dengan total berat 6,8 ton atau senilai 1,25 milyar rupiah. Paket obat-obatan tersebut terdiri atas Hygiene Kit, larvasida/pengendali jentik nyamuk, obat-obatan pelayanan dasar, obat malaria, alat penjernih air, dan emergency kit.

Kemenkes juga mengirimkan 15 personil sebagai Emergency Medical Team (EMT) terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan apoteker yang akan menjalankan tugas kemanusiaan selama 30 hari di Vanuatu. (P-ht)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini