Hati-hati cara menggunakannya
Dilansir dari NDTV, para ahli menyarankan agar berhati-hati menggunakan pewarna rambut. Gunakan sarung tangan, baca petunjuk kemasan dengan saksama, dan hindari pemakaian di kulit kepala yang iritasi.
Selain potensi kanker, penggunaan pewarna rambut berlebihan juga bisa menimbulkan reaksi alergi, masalah ginjal, gangguan pernapasan, dan kerontokan rambut. Ibu hamil pun disarankan membatasi penggunaannya, terutama di trimester pertama.
Mengutip Bright Kidney Centre, masyarakat bisa menurunkan risiko gangguan ginjal dengan memilih produk alami seperti henna yang bebas amonia dan peroksida.
Langkah lain adalah melakukan uji tempel sebelum pemakaian untuk melihat reaksi alergi, serta membatasi frekuensi pewarnaan rambut.
Selain itu, penting menjaga pola makan sehat dan memperbanyak minum air putih agar ginjal tetap berfungsi optimal dalam membuang racun termasuk zat kimia dari pewarna rambut.
Kasus Hua jadi pengingat bahwa gaya mengikuti tren sebaiknya dibarengi kesadaran menjaga kesehatan. Menggunakan pewarna rambut boleh saja, asal dilakukan dengan bijak dan sesuai anjuran. (P-Khalied M)














