Trump frustrasi ancam tinggalkan perundingan damai Rusia-Ukraina

Terkait

PRIORITAS, 19/4/25 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengutarakan rasa frustrasi terhadap perang Rusia dan Ukraina yang sampai kini belum berakhir. Trump bahkan mengancam akan meninggalkan upaya mengakhiri perang di kedua negara itu, yang ia usahakan selama ini, jika salah satu pihak terlalu sulit menerima proposal perdamaian.

“Kami akan mengabaikan upaya penyelesaian perang di Ukraina, jika Rusia atau Ukraina membuat upaya untuk mengakhiri konflik menjadi terlalu sulit”, tegas Donald Trump, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari CBC News, hari Sabtu (19/4/25).

Trump secara eksplisit tidak menyebut pihak mana yang ‘keras kepala’ tak mau menerima prosposal damai, yang sudah diupayakan AS. Namun dunia tahu Presiden Rusia Vladimir Putin, hingga kini tidak mau mematuhi kesepakatan gencatan senjata 30 hari yang sudah diputuskan dalam perundingan di Jeddah, Arab Saudi.

Sehari setelah kesepakatan tersebut, militer Putin malah tetap menyerang Ukraina. Hingga kini Rusia masih terus menyerang Ukraina.

Bahkan sampai terjadi tragedi serangan dua rudal balistik Rusia yang membunuh warga sipil di Sumy timur laut Ukraina, saat mereka sedang ke gereja untuk memperingati Minggu Palma, 13 April 2025. Sebanyak 35 warga sipil tewas dan 117 lainnya luka-luka.

Para ahli menilai, serangan Rusia yang terus terjadi terhadap warga sipil itu, merupakan bagian dari tren yang suram menuju perdamaian.

Masih ada peluang

Presiden Trump mengatakan kepada wartawan, ia masih percaya ada peluang bagus untuk mengakhiri konflik tersebut. “Ini sedang mencapai puncaknya sekarang,” katanya.

Komentar Trump ini muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan presiden AS akan berhenti mencoba menengahi perang Rusia-Ukraina dalam beberapa hari, kecuali ada tanda-tanda yang jelas kesepakatan dapat dicapai.

“Kami tidak akan melanjutkan usaha ini selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan. Jadi, kami perlu segera menentukan sekarang, dan saya berbicara tentang hitungan hari apakah ini dapat dilakukan dalam beberapa minggu ke depan,” tekan Rubio di Paris, setelah bertemu dengan para pemimpin Eropa dan Ukraina.

Menurut Rubio Presiden Trump telah mendedikasikan banyak waktu dan energi untuk pedamaian kedua negara. Namun jika ada pihak yang terus meremehkan usaha tersebut, AS pasti akan membiarkan konflik tersebut

Trump memang sempat berjanji selama kampanye presiden AS lalu, untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina dalam 24 jam pertama masa jabatannya di Gedung Putih. Namun janji itu tidak terwujud, karena sudah lebih dari 2,4 bulan perang masih terus berkobar.

Pihak Rusia tampaknya mulai takut dengan ancaman presiden Trump tersebut. Juru bicara presiden Putin, Dmitry Peskov, mengatakan ada kemajuan telah dicapai dalam perundingan damai dengan Ukraina. “Kontak cukup rumit, karena, tentu saja, topiknya tidak mudah,” ujar Peskov kepada wartawan.

Menurut dia, Rusia tetap ingin berdamai dengan Ukraina. “Rusia berkomitmen untuk menyelesaikan konflik ini, memastikan kepentingannya sendiri, dan terbuka untuk berdialog. Kami terus melakukan ini”, jelasnya. (P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini