China tuding AS lakukan serangan siber merusak semua sistem vitalnya

Terkait

PRIORITAS, 27/10/25 (Tel Aviv): Pemerintah China menuding National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional AS,  berada di balik serangan siber untuk merusak National Time Service Center (NTSC) CSA  atau Pusat Layanan Waktu Nasional Tiongkok.

Seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari situs Ministry Foreign Affair (MFA) China, hari Senin (27/10/25), Amerika Serikat mengerahkan para ‘hacker’ dalam  operasi “Volt Typhoon” untuk memanipulasi sistim Waktu China.

National Time Service Center (NTSC) CSA bertanggunjawab dalam menentukan sistim Waktu di seluruh China secara online (daring).

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jikun, menyebut kerusakan pada sistim waktu tersebut,  dapat mengganggu jaringan komunikasi di seluruh China termasuk satelit mereka di luar angkasa, sistem keuangan, pasokan listrik, transportasi udara, laut dan darat,  yang semua merupakan sektor vital bagi kehidupan rakyat China.

China mengecam keras pelanggaran yang dilakukan pemerintah AS terhadap infrastruktur utama Tiongkok itu.

Peretasan yang dilakukan komunitas intelijen AS terhadap China itu, berisiko menimbulkan salah perhitungan pada semua sistim berbasis elektronik di China.

Akibat adanya serangan itu, China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanannya di dunia maya.

China kini berusaha merancang untuk mengantisipasi kerentanan bagi aktivitas sabotase skala besar di masa mendatang.

Lewat ponsel

Kementerian Keamanan Negara China menyebut NSA mengeksploitasi kerentanan dalam layanan pesan dari sebuah merek ponsel asing, untuk mencuri informasi sensitif dari perangkat staf National’s Time Center pada 2022.

Pihak kementerian tidak menyebutkan apa merek ponsel yang dimaksud. Tetapi di sejumlah media sosial seperti di  X,  beredar ponsel itu adalah produk AS yang populer.

China juga menuding badan intelijen AS itu menggunakan hingga 42 jenis senjata serangan siber khusus,  ketika menargetkan sistem jaringan internal pusat waktu dan mencoba menyusup ke sistem pengaturan waktu utama antara 2023 hingga 2024.

Kementerian China mengklaim memiliki bukti atas tuduhan itu, namun tidak mempublikasikannya.

Peristiwa itu memicu kemarahan China, karena dalam beberapa tahun terakhir negara-negara Barat sering menuduh para peretas terkait pemerintah China,  telah menyerang pejabat, jurnalis, perusahaan, dan institusi lainnya di AS.

Pemerintah China menilai, kasus serangan NSA ini, menunjukkan dengan jelas seperti apa sesungguhnya AS, yang sebenarnya adalah negara peretas nomor 1 di dunia.

“AS suka menuduh pihak lain atas apa yang dilakukannya sendiri, berulang kali membesar-besarkan klaim tentang ancaman siber China,” bunyi pernyataan Kementerian Keamanan Negara China.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini