Ket Foto : Marlon Kansil Saat Membawakan Presentasi Ringkasan Disertasi Dihadapan Tim Penguji Upacara Promosi Doktor, di Auditorium Tjan Tjoe Som, Gedung Hoesein Djajadiningrat, Kampus UI Depok, Rabu, 16 September 2026/Foto dan Kolase: TAKTIKINFO/Harris
TAKTIKINFO – Promovendus Marlon Semuel Contantin Kansil, resmi menyandang gelar doktor dalam upacara promosi doktor pada program Ilmu Pengetahuan Budaya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI) Depok, yang berlangsung di Auditorium Tjan Tjoe Som, Gedung Hoesein Djajadiningrat, Kampus UI Depok, Rabu, 16 September 2026.
Gelar resmi doktor ini diperoleh Marlon Kansil, setelah ketua sidang bersama tim penguji upacara promosi doktor, mengumumkan Promovendus lulus saat membawakan presentasi ringkasan naskah, menjawab pertanyaan penguji saat mempertahankan disertasinya berjudul: “Dinamika Badan Koordinasi Intelijen Negara Periode 1983-1988: Studi Atas Ruang Lingkup Kepemimpinan, Sistem dan Ekosistem Organisasi dan Penanganan Informasi Strategis”.
Pada pengumuman yang dibacakan Ketua Sidang Dr. Untung Yuwono, SS, tersebut Promovendus berhasil memperoleh nilai IPK 3,78 dengan lulus cum laude. Saat mengumumkan kelulusan tersebut, hadirin yang hadir memberikan aplaus dan tepuk tangan kepada Promovendus Marlon Kansil.
Tim Penguji upacara promosi doktor Selain dihadiri Ketua Sidang Dr. Untung Yuwono, SS, juga hadir memberikan pertanyaan Ketua Tim Penguji Dr.Abdurachman, SS,M.Hum, Anggota Tim Penguji lainnya Broto Wardoyo, Ph.D, Dr.Didik Pradjoko, SS,M.Hum, Dr.Linda Sunarti, SS.M.Hum, dan Penguji Tamu Dr.Sidratahta Mukhtar, MSi, serta Promotor Prof. Yon Machmudi, Ph.D dan Kopromotor Agus Setiawan Ph.D.
Saat membawakan presentasi ringkasan naskah disertasi, Promovendus Marlon Kansil, menyimpulkan dinamika BAKIN pada periode 1983-1988, merupakan sebuah paradoks kelembagaan yang mendalam. Disatu sisi, BAKIN menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dengan memperluas mandatnya ke ranah ekonomi dan memperkuat kapasitas operasionalnya dalam menangani berbagai krisis strategis.
Namun lebih jauh Marlon menguraikan, disisi lain penguatan kapasitas operasional tersebut dibayar dengan harga yang sangat mahal yaitu terkorbannya profesionalisme, objektivitas, dan akuntabilitas.
”BAKIN menjelma menjadi institusi yang kuat secara politis namun lemah secara profesi. Menjadi cermin dari rezim orde baru pada saat itu yakni sebuah sistem yang mampu menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka waktu tertentu, tetapi pada dasarnya rapuh karena dibangun diatas fondasi otoritarianisme dan nepotisme struktural,” ujar Marlon.
Menurut Marlon, pengalaman historis BAKIN memberikan pelajaran bahwa kekuatan intelijen yang sejati tidak terletak pada kemampuannya merepresi lawan politik, melainkan pada profesionalisme, integritas dan kepatuhannya terhadap konstitusi serta nilai-nilai demokrasi. “Selain itu Tampa adanya mekanisme pengawasan yang kuat dan budaya organisasi yang transparan, lembaga intelijen berpotensi menjadi bumerang yang pada akhirnya merusak tatanan negara yang hendak dilindunginya,” tegasnya.
Untuk itu kata Marlon, berdasarkan temuan dan kesimpulan tersebut, disertasi ini mengajukan sejumlah rekomendasi untuk pengembangan kajian dan praktik intelijen di Indonesia ke depan.
Rekomendasi utama lanjut Marlon, adalah perlunya penguatan mekanisme pengawasan eksternal yang efektif dan independen terhadap lembaga intelijen, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.
Turut hadir dan menyaksikan pada upacara promosi doktor tersebut, selain ketua sidang, tim penguji dan promotor dan kopromotor tersebut diatas, juga hadir para tokoh, sahabat, dan keluarga Promovendus. Hadir antara lain, Tokoh Politik dan Demokrasi Hariman Siregar, Kapolda Kalimantan Barat Periode 2017-2020 Irjen Pol (Purn) Dr. Drs.H.Didi Haryono, SH,MH, Wakil Rektor IV IBM ASMI Sekaligus Direktur ASMI Education & Strategic Development Center (AESDC) Dr.Audrey Tangkudung, Asisten III Setda Pemprov Sulut Dr.Frangky Manumpil, sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, serta Tokoh Budaya dan Tokoh Kawanua Welly Mumu, Mier Sutopo Riu, dan Marthen. (hvs)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














