TAKTIKINFO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 2,62% ke level 4.963,06 pada akhir perdagangan Sesi I siang ini, Selasa, 3 November 2026. Kejatuhan ini membuat IHSG resmi keluar dan ambruk dari level psikologis 5.000.
Hampir semua saham-saham yang diperdagangkan berada di zona merah bahkan ada saham jatuh hingga 9,95%.
Berdasarkan data para analis, berikut beberapa poin penting terkait rontoknya IHSG siang ini:
Pemicu Utama: Pasar mengalami aksi jual massal (sell-off) terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti Chandra Asri Pacific (TPIA), Telkom Indonesia (TLKM), dan Astra International (ASII).
Sentimen Negatif: Tekanan kuat dipicu oleh pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp18.156 per Dolar AS, aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing secara konsisten, serta kekhawatiran pasar global terkait evaluasi dan potensi penurunan status klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi Standalone Market.
Statistik Sesi I: Tercatat sebanyak 542 saham melemah, hanya 94 saham yang menguat, dan 79 saham stagnan. Seluruh sektor saham bergerak di zona merah, dipimpin kejatuhan sektor barang baku (-3,97%) dan perindustrian (-3,81%).
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














