PRIORITAS, 19/9/25 (Jakarta): DPR RI resmi mendukung skema potongan ojol maksimal 10 persen bagi aplikator. Keputusan ini menjadi jawaban atas tuntutan lama pengemudi transportasi daring yang merasa pendapatannya terus tergerus biaya aplikasi.
Sorotan publik mengarah pada anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu, yang vokal memperjuangkan nasib para pengemudi. Sebagai Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR, Adian menyatakan dukungan penuh pada tuntutan asosiasi pengemudi.
“Maka angka-angka itu tak ada artinya dibanding nilai kemanusiaan. Setuju, 10 persen (potongan biaya aplikasi),” kata Adian dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Detikcom, Jumat (19/9/25).
Dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat, Hairunnas, menilai Adian konsisten berpihak kepada para pengemudi.
Ia menyebut legislator itu tegas melawan dominasi aplikator dan keberatan biaya asuransi berlapis. Menurutnya, pernyataan Adian juga menegaskan perlindungan jangka panjang.
“Saya melihat sosok Adian Napitupulu cukup konsisten dengan standing point di barisan para pengemudi ojek online. Sebagai Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI, ia sangat vokal mempermasalahkan dominasi aplikator dan biaya asuransi berlapis yang membebani driver,” ujar Hairunnas.
“Pernyataannya tegas ‘jangan biarkan aplikator mengambil lebih banyak daripada mereka yang bekerja di jalan setiap hari’. Saya melihat Adian tidak hanya membela pengemudi, tetapi juga masa depan anak-anak mereka,” sambungnya.
Kesepakatan DPR dengan asosiasi pengemudi Garda Indonesia menegaskan batas potongan aplikator maksimal 10 persen. Ketua Umum Garda, Raden Igun Wicaksono, memastikan keputusan ini final.
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














