Gen Z Nepal catat sejarah dengan tumbangkan pemerintah via aplikasi daring Discord

Terkait

PRIORITAS, 17/9/25 (Jakarta): Generasi Z di Nepal mencatat sejarah politik baru dengan menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli. Gerakan ini bermula dari aksi protes antikorupsi dan menggunakan aplikasi komunikasi asal Amerika Serikat, Discord, sebagai pusat koordinasi.

Sebagai hasilnya, Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung, resmi dilantik menjadi perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Nepal.

Parlemen telah dibubarkan, sementara pemilihan umum dijadwalkan pada 5 Maret 2026. Peristiwa ini dipandang sebagai puncak perlawanan generasi Z terhadap praktik korupsi dan nepotisme di republik Himalaya itu.

Lebih dari setengah dari 30 juta penduduk Nepal sudah terhubung ke internet, dan anak muda memanfaatkan teknologi untuk melawan sistem yang ada. Di Discord, komunitas daring “Youth Against Corruption” menjadi pusat koordinasi utama aksi protes. Dari platform tersebut pula muncul dukungan luas terhadap Sushila Karki sebagai figur pemimpin baru.

Discord, yang awalnya populer di kalangan gamer, kini berkembang menjadi sarana komunikasi massal dengan fitur teks, suara, hingga berbagi file. Bagi para demonstran Nepal, aplikasi ini menjadi ruang aman untuk merancang strategi di tengah pembatasan media sosial.

Ketegangan meningkat setelah pada 4 September 2025 pemerintah Oli memblokir 26 platform populer, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, X, dan YouTube. Bagi generasi Z, kebijakan itu dipandang sebagai cara untuk membungkam rakyat.

Hanya tiga hari berselang, ribuan pelajar dan pemuda turun ke jalan dalam aksi damai. Namun, demonstrasi pada 8 September 2025 berubah menjadi bentrokan hebat. Amnesty International dan PBB menuduh aparat menggunakan kekerasan berlebihan, termasuk peluru tajam, yang menewaskan sedikitnya 51 orang dan melukai lebih dari 1.300 peserta aksi.

Aksi protes kemudian meluas menjadi gelombang nasional. Rumah pejabat tinggi dijarah, gedung parlemen diserang, bahkan hotel Hilton Kathmandu dibakar massa. Kerusuhan besar ini akhirnya memaksa Oli mundur pada 10 September, sementara militer Nepal dikerahkan untuk memberlakukan jam malam.

Berbagai macam skandal korupsi

Ledakan kemarahan rakyat dipicu serangkaian skandal korupsi, mulai dari proyek bandara Pokhara yang dibiayai utang Tiongkok hingga kasus kartu identitas palsu bagi pengungsi Bhutan.

Gerakan perlawanan generasi Z di Nepal memiliki ciri berbeda dari pemberontakan Maois sebelumnya. Mereka paham teknologi digital, bergerak tanpa figur pemimpin tunggal, serta mendapat inspirasi dari aksi protes di Bangladesh, Sri Lanka, dan Hong Kong.

Kini, Sushila Karki tampil sebagai simbol transformasi, menghadirkan harapan baru bagi Nepal yang selama ini sering terperangkap dalam lingkaran ketidakstabilan.

“Dunia kini belajar satu hal dari Nepal: abaikan suara generasi digital, dan risiko runtuhnya kekuasaan akan semakin besar,” tulis International Crisis Group. (P-Zamir)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini