PRIORITAS, 9/9/25 (Tel Aviv): Israel memakai taktik bom bunuh diri dalam menghancurkan bangunan atau pos-pos perlindungan serta peralatan militer milik militan Hamas di Kota Gaza.
Taktik ini menggunakan Amoured Personell Carrier (APC) atau kendaraan lapis baja angkutan personil militer yang sudah tua, dan diisi penuh dengan bahan peledak.
APC yang sudah dipasang remote control atau pengendali jarak jauh itu, sengaja dikirim memasuki area padat di Kota Gaza, kemudian meledakkannya dari jarak jauh.
Ledakan bom APC itu sangat dahsyat sehingga dapat menghancurkan dan meratakan bangunan dalam radius 100 meter dan merusak bangunan lain hingga sejauh 300 meter.
“Pasukan Israel telah menggunakan pengangkut personel lapis baja yang diisi dengan bahan peledak dan diledakkan dari jarak jauh, menghancurkan dan meratakan rumah-rumah, sehingga memaksa evakuasi di wilayah padat penduduk di Kota Gaza”, kata penduduk di Sheikh Radwan kepada Reuters, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Ynetnews, hari Selasa (9/9/25).
Target infrastruktur Hamas
Militer Israel mengatakan taktik tersebut menargetkan infrastruktur militan Hamas, peralatan energi surya, peralatan komunikasi, dan baterai canggih yang dilaporkan dibawa ke Kota Gaza.
Taktik ini, yang digunakan berulang kali selama perang, muncul di tengah meningkatnya pertempuran di seluruh wilayah kantong tersebut dan beberapa hari setelah pembunuhan Abu Obaida , juru bicara sayap militer Hamas, dalam serangan udara di Kota Gaza.

Kementerian Kesehatan yang dikelola militan Hamas mengatakan akibat serangan Israel, sebanyak 98 warga Palestina tewas dan lebih dari 400 orang terluka dalam 24 jam terakhir.
Para saksi mata mengatakan APC tak berawak tersebut dikerahkan ke bagian timur permukiman dan dipicu dari jarak jauh, menyebabkan kerusakan yang meluas.
Meskipun bukan hal baru, metode ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan pejabat pertahanan sipil.
Terus beroperasi
Pasukan Israel sampai hari ini terus beroperasi di Kota Gaza. Para pejabat militer mengatakan pasukan di utara menyerang beberapa posisi militan Hamas, termasuk pos pengamatan dan sebuah bangunan tempat rudal anti-tank diluncurkan. Tidak ada korban jiwa dari pihak Israel yang dilaporkan.
Pasukan juga menghancurkan peralatan pemantauan, terowongan bawah tanah, dan lokasi bahan peledak.
Di selatan, warga Palestina melaporkan penembakan Israel di Khan Younis, termasuk serangan di dekat tenda-tenda pengungsi.
Militer Israel mengatakan pasukan Brigade Kfir telah menewaskan puluhan teroris dalam beberapa bulan terakhir dan menghancurkan sekitar delapan kilometer terowongan bawah tanah.
Beberapa dari mereka yang tewas, kata militer, terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 di Israel selatan.(P-Jeffry W)














