PRIORITAS, 10/5/25 (Jakarta): Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir, kualitas udara di DKI Jakarta menempati peringkat sembilan terburuk di dunia pada Sabtu pagi (10/5/25).
Sebagaimana pantauan pada pukul 07.00 WIB, Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) berada di angka 113 atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan butiran partikel halus (particulate matter/PM 2.5) berada di angka 43,4 mikrogram per meter kubik.
Posisi empat kota dengan peringkat teratas udara terburuk di dunia adalah Delhi, India dengan indeks kualitas udara di angka 231. Kemudian di urutan kedua diikuti Lahore, Pakistan di angka 206. Selanjutnya di urutan ketiga diikuti Kinshasa, Kongo di angka 174, lalu di urutan keempat ada Kumpala, Uganda di angka 155.
Memperbanyak Stasiun Pemantau Kualitas Udara
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta sendiri berencana akan meniru kota-kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam menangani polusi udara yakni dengan memperbanyak Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang saat ini berjumlah 111.
Rencananya Pemprov DKI Jakarta bakal menambah jumlah SPKU sehingga intervensi bisa dilaksanakan lebih cepat dan akurat. (P-*/Armin M)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














