Bukan hanya dari sisi permintaan, tren kenaikan harga properti di sejumlah kota juga menunjukkan arah yang positif. Per Maret 2025, Yogyakarta mencatat pertumbuhan harga tahunan tertinggi sebesar 8,9 persen, disusul oleh Denpasar (6,8 persen), Semarang (2,4 persen), Medan (2,0 persen), Tangerang (1,3 persen), dan Depok (0,9 persen). Kenaikan ini melebihi tingkat inflasi nasional, mencerminkan semakin membaiknya sentimen pasar properti.
“Kawasan tersebut ditujukan bagi berbagai segmen konsumen, mulai dari keluarga muda hingga kelas menengah atas. Proyek ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kehadiran di wilayah dengan pertumbuhan properti yang tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/6/2025).
Ekspansi hingga Makassar
Selain itu, ia menyebut ekspansi juga akan mencakup proyek Lippo Cikarang Cosmopolis dan Tanjung Bunga Makassar, guna memperluas portofolio di kawasan dengan potensi ekonomi yang besar.
“LPKR terus berupaya menyediakan hunian berkualitas di wilayah dengan permintaan tinggi. Komitmen ini kami wujudkan melalui pembangunan yang terarah, tepat waktu, dan berbasis kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
John Riady melanjutkan, kinerja keuangan LPKR pun menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Pada kuartal I 2025, pendapatan dari sektor real estat meningkat 39 persen menjadi Rp1,74 triliun.
“Kinerja ini ditopang oleh penyerahan proyek yang tepat waktu serta penjualan kavling tanah. Laba kotor tercatat sebesar Rp 577 miliar, dengan EBITDA mencapai Rp321 miliar dan margin EBITDA sebesar 18 persen,” paparnya.
Pada periode Januari hingga Maret 2025, LPKR sukses memasarkan berbagai proyek, mencakup 18 proyek hunian tapak, satu proyek low-rise, satu mid-rise, empat high-rise, serta sebanyak delapan unit ruko. Beberapa proyek yang diluncurkan pada kuartal ini antara lain Park Serpong Tahap empat dan Blackslate Series yang berlokasi di Tanjung Bunga, Makassar.
Selama kuartal I 2025, LPKR mencatatkan prapenjualan senilai Rp1,26 triliun, atau setara dengan 20 persen dari target tahunan. Hunian tapak menjadi kontributor utama, menyumbang 80 persen dari total nilai prapenjualan tersebut. (P-Zamir)