Menjaga kehidupan penyu, dari Mapur untuk dunia

Terkait

PRIORITAS, 20/9/25 (Bintan): Suara ombak kecil memecah pantai Pulau Mapur sore itu. Di hamparan pasir putih, beberapa jejak kecil menuntun menuju laut. Jejak itu milik tukik—anak penyu—yang baru saja dilepas kembali ke habitat aslinya. Bagi masyarakat setempat, momen itu bukan sekadar pemandangan indah, melainkan wujud harapan agar generasi penyu tetap lestari.

Di balik upaya penyelamatan ini, hadir peran Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR) yang setia mendampingi masyarakat menjaga ekosistem laut. Kini, perjuangan itu mendapat dukungan dari Bintan Resorts yang menyalurkan donasi Rp24 juta untuk mendukung program konservasi penyu.

“Donasi ini memang sederhana, tapi kami ingin memastikan Pulau Mapur tetap jadi rumah aman bagi penyu sisik dan penyu hijau,” ujar Ray Manaek, Head of Safety, Health and Environmental Bintan Resorts, Sabtu (20/9/25).

Sejak 2023, dukungan berbagai pihak telah membawa perubahan nyata. Jika sebelumnya warga hanya bisa menyelamatkan rata-rata 11 sarang penyu setiap tahun, kini jumlah itu meningkat menjadi 20–25 sarang. Dengan adanya fasilitas penangkaran, setiap telur bisa tercatat, dipantau, hingga akhirnya menetas menjadi tukik yang siap dilepas ke laut.

Bagi Zamaluddin, pengurus konservasi YEKR di Mapur, setiap tukik yang berenang ke laut adalah buah perjuangan panjang. “Kami merasa lebih kuat karena ada yang peduli. Ini membuat semangat masyarakat di Mapur untuk terus menjaga laut semakin besar,” katanya.

Pulau Mapur sendiri menjadi titik penting dalam peta konservasi Kepri. Kepala Seksi Wilayah Satu UPT Konservasi Provinsi Kepri, Aulia Rahman, mencatat ada sekitar 130 hektar area konservasi di Pulau Bintan, termasuk Mapur, dari total 4 juta hektar wilayah konservasi laut di provinsi ini.

Di tengah geliat pariwisata, Bintan Resorts menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari perjalanan wisata itu sendiri. Dukungan mereka lewat event, kolaborasi, hingga donasi, memberi pesan jelas bahwa pariwisata dan konservasi bisa berjalan beriringan.

Mungkin donasi Rp24 juta tidak mengubah dunia. Namun, dari Mapur, setiap tukik yang kembali ke laut membawa harapan: bahwa kepedulian kecil bisa menciptakan jejak besar bagi keberlanjutan bumi. (P-Jeff K)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini