Catatan: Elkana Lengkong/Wartawan BeritaTakTikInfo.com.com
PRIORITAS – Perjalanan ke Singapura, negara tetangga yang hanya berjarak 45 menit penyeberangan menggunakan feri-cepat dari kota Batam, Kepulauan Riau, menawarkan sebuah pengalaman yang membuka mata.
Melalui perjalanan melintasi Selat Singapura, saya tiba di Harbour Front, Singapura. Di tengah segala kemewahan dan modernitasnya, saya menyadari bahwa kemajuan pesat negara ini tidak terjadi secara kebetulan.
Kesuksesan Singapura tak bisa dipisahkan dari peran sentral pemimpin visioner, Lee Kuan Yew. Selama 31 tahun memimpin, ia membangun fondasi yang kuat bagi negara, menjadikannya salah satu yang paling makmur di Asia Tenggara.
Visi ini diimplementasikan melalui sistem meritokrasi, sebuah prinsip yang memberikan kedudukan dan penghargaan berdasarkan prestasi, kecerdasan, dan usaha, bukan status sosial atau kekayaan.
Sistem meritokrasi ini diterapkan secara menyeluruh dalam birokrasi, pendidikan, dan pekerjaan. Hal ini memastikan bahwa posisi strategis diisi oleh individu yang paling kompeten, menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, dan berdaya saing.
Dengan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap individu untuk maju, Singapura berhasil menekan nepotisme dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Pelayanan publik yang efisien
Pemerintah Singapura hadir secara nyata untuk rakyatnya melalui berbagai program kesejahteraan sosial, termasuk subsidi perumahan, jaminan kesehatan, dan bantuan sosial. Program ini dilengkapi dengan dukungan pengembangan keterampilan melalui inisiatif SkillsFuture, yang memastikan warga memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Efisiensi layanan publik juga ditingkatkan melalui sistem digital seperti ServiceSG, yang memudahkan akses bagi masyarakat. Pemerintah juga proaktif dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multietnis, serta mempersiapkan masa depan dengan transisi energi bersih dan infrastruktur berkelanjutan.
Saat menjelajahi kawasan wisata seperti Marina Bay Sands dan Merlion Park, saya melihat betapa tertibnya para wisatawan dan warga dalam mematuhi aturan. Pengamatan menarik lainnya adalah minimnya kendaraan pribadi di jalanan. Sebagian besar warga menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta MRT, yang menghubungkan setiap sudut kota dengan efisien.
Kebiasaan antre di eskalator di sisi kiri juga menunjukkan kedisiplinan yang tinggi, sebuah budaya yang sangat berbeda dengan yang biasa saya temui.
Meskipun biaya hidup dan harga barang bermerek di Singapura relatif mahal, perekonomian negara ini sangat hidup dari investasi. Sebagai pusat keuangan global, Singapura menarik banyak investasi asing melalui sektor jasa, industri, dan teknologi yang kuat. Pemerintah aktif menarik investor dengan program seperti Global Investor Programme, kebijakan fiskal menarik, dan sistem hukum yang stabil.
Meski tidak ada kebijakan khusus untuk “mempekerjakan orang tua”, pemerintah Singapura memiliki program untuk mendukung lansia agar tetap produktif, seperti Bonus Hasilkan dan Simpan, serta dukungan cuti bagi orang tua yang bekerja untuk mengasuh anak.
Selain itu, negara ini terus tumbuh secara geografis melalui proyek reklamasi lahan yang telah berlangsung sejak abad ke-19. Sejak merdeka, luas wilayah Singapura telah bertambah sekitar 25%, menunjukkan visi jangka panjang dalam mengelola sumber daya dan ruang yang terbatas.
Kualitas SDM
Selama perjalanan ini, saya belajar bahwa kemajuan Singapura tidak hanya terletak pada kekayaan atau kekuatan militer. Hal yang paling fundamental adalah kualitas sumber daya manusianya yang unggul. Hanya dengan SDM yang berintegritas dan visioner, sebuah negara dapat memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Di Singapura, saya tidak mendengar adanya kasus seperti pencurian yang melibatkan oknum, penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, atau korupsi. Semua itu dapat terjadi karena sistem yang dibangun berlandaskan meritokrasi dan penegakan hukum yang kuat.
Negara ini juga menunjukkan bahwa tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah bukanlah halangan. Dengan SDM berkualitas, Singapura berhasil membangun ekonomi yang makmur dan inovatif, menjadikannya salah satu negara terbaik di dunia.
Perjalanan ini memberikan pelajaran berharga bahwa kehadiran negara yang kuat, didukung oleh kepemimpinan visioner, sistem meritokrasi, dan fokus pada kesejahteraan rakyat, dapat membawa sebuah bangsa menuju kemajuan yang pesat. Singapura menjadi bukti nyata bahwa ukuran wilayah bukanlah penentu utama kejayaan, melainkan kualitas sumber daya manusia dan komitmen pemerintah untuk melayani rakyatnya. (P-el)














