Pemerintah tegaskan kembali pramuka wajib di sekolah

Terkait

PRIORITAS, 27/7/25 (Jakarta): Pramuka kembali menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah. Kebijakan ini ditegaskan lewat Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, sebagai bagian dari strategi besar pendidikan karakter.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyebut Pramuka sebagai “laboratorium kepemimpinan bangsa”, tempat karakter dibentuk bukan dengan ceramah, melainkan praktik langsung.

“Pramuka melatih anak menjadi manusia yang jujur, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya saat membuka Perkemahan Anak Indonesia Hebat, Minggu (27/7/25).

Selama dua hari, 302 pelajar dari delapan wilayah Jawa Barat dan Jakarta ikut serta dalam kemah yang dirancang bukan hanya untuk belajar tali-temali, tapi juga membangun kebiasaan baik.

Seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com dari Beritasatu.com, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi napas utama perkemahan. Peserta dibiasakan bangun pagi, beribadah, makan bergizi, dan bermasyarakat aktif.

Direktur SMP Kemendikbudristek Maulani Mega Hapsari menegaskan kemah ini adalah “wahana konkret internalisasi karakter dalam hidup siswa sehari-hari.”

Singgung soal tanggung jawab

Dalam sesi interaktif, Fajar menggali pemahaman peserta tentang nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka. Seorang siswa menjawab, “Bertanggung jawab itu saat jujur membelanjakan titipan ibu di warung.”

Yang lain berkata siap melawan aksi perundungan meski tahu akan dibenci pelaku. Fajar pun menegaskan pentingnya nilai-nilai kegiatan kemah ini.

“Nilai-nilai kecil ini yang kelak membentuk karakter besar. Di masa depan, integritas akan lebih penting daripada sekadar ijazah,” ucapnya.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso alias Buwas, menyebut kemah ini sebagai bukti bahwa pembiasaan sederhana bisa mencetak generasi hebat.

“Perkemahan ini membuktikan pembiasaan sederhana bisa mencetak generasi hebat. Pramuka adalah pendidikan karakter sejati,” ujar Buwas.

Ia menegaskan, di tengah ancaman narkotika dan pengaruh buruk digital, karakter anak-anak harus diperkuat lewat pengalaman, bukan hafalan.

Di ujung acara, Fajar menyampaikan pesan menyentuh, yakni pemimpin masa depan lahir dari kebiasaan jujur dan berintegritas sejak dini.

“Adik-adik adalah generasi yang akan memimpin Indonesia di 2045. Tidak semua jadi Presiden, tapi semua bisa jadi manusia bermanfaat,” tandas Fajar.

Program ini diyakini sebagai model nasional pembinaan karakter dan akan diperluas untuk mencapai target Indonesia Emas 2045—sebuah generasi unggul secara akademis, moral, dan sosial. (P-Khalied M)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini