PRIROITAS, 27/7/25 (Jakarta): Megawati Soekarnoputri disebut berhasil memenangkan Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 2–6 Desember 1993 semata-mata karena dukungan rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning dalam peringatan 29 tahun peristiwa Kudatuli (Kerusuhan 27 Juli 1996) yang digelar di Kantor Pusat DPP PDIP, Jakarta, Minggu (27/7/25).
“Megawati? Dia hanya didukung rakyat dan dia menang karena rakyat,” kata Ribka.
Ribka menyebut kemenangan Megawati membuat rezim Orde Baru gelisah. Kemenangan itu tak diakui oleh pemerintah saat itu, bahkan dukungan terhadap Megawati dilarang keras. Pemerintah kemudian mendorong kongres tandingan yang digelar di Medan.
Ia juga mengingatkan, kala itu hanya ada tiga partai politik yang diakui, dan Orde Baru seolah menampilkan demokrasi palsu karena hasil pemilu bisa ditebak.
Akibat sikap politiknya yang mendukung Megawati, Ribka mengaku kliniknya ditutup oleh penguasa saat itu. Namun, ia tidak menyesal karena merasa tekanan seperti itu harus dilawan.
“Buat saya, lebih baik mati berdiri di depan lawan, daripada harus berlutut di hadapannya,” ujarnya.
Jangan hanya seremoni
Mantan anggota DPR dan pelaku sejarah, Jacobus Mayong, juga berharap agar peringatan Kudatuli tidak berhenti sebagai seremoni belaka.
“Saya berharap apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar seremoni, tapi benar-benar dimaknai sebagai bentuk perjuangan yang seharusnya,” kata Mayong.
Sejarawan Hilmar Farid turut memberikan pandangan. Ia menilai peristiwa Kudatuli adalah bukti kekuasaan Orde Baru saat itu takut pada kekuatan rakyat yang terhimpun dalam gerakan politik Megawati.
“Peristiwa ini harus hidup sebagai inspirasi, terutama bagi generasi baru yang bergabung dengan PDI Perjuangan. Caranya? Dengarkan para pelaku sejarah itu sendiri,” ujarnya.
Acara peringatan 29 tahun Kudatuli juga diisi dengan talkshow bertajuk Peristiwa 27 Juli 1996 Sebagai Tonggak Demokrasi Indonesia, menghadirkan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Ribka Tjiptaning, Jacobus Mayong, dan Hilmar Farid, serta dimoderatori oleh anggota DPR RI Denny Cagur.
Beberapa tokoh PDIP lain yang terlihat hadir antara lain Bonnie Triyana, Sadarestuwati, Wiryanti Sukamdani, Ronny Talapessy, dan Deddy Yevri Sitorus.
Hadir pula Wakil Sekjen PDIP Yoseph Aryo Adhi Darmo dan Wakil Bendahara Umum PDIP Yuke Yurike turut hadir. Guntur Romli memimpin doa dalam acara tersebut. (P-Khalied M)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














