Rusia bom penjara Ukraina, 16 napi yang sedang tidur tewas

Terkait

PRIORITAS, 29/7/25 (Kyiv): Militer Rusia mengebom penjara di Bilenke, Oblast Zaporizhzhia, Ukraina, menjelang tengah malam, akibatnya 16 narapidana (napi) yang sedang tidur tewas.

“Serangan udara Rusia terhadap sebuah penjara di selatan Oblast Zaporizhzhia pada akhir 28 Juli menewaskan 16 narapidana dan melukai puluhan lainnya”, kata Dinas Eksekutif Kriminal Negara Ukraina, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Kyiv Independent, hari Selasa (29/7/25).

Menurut Gubernur Ivan Fedorov, militer Rusia menyerang distrik Zaporizhzhia delapan kali dengan bom FAB semalam, menghancurkan bangunan penjara dan merusak rumah-rumah di dekatnya.

Fugasnaya Aviatsionnaya Bomba (FAB) adalah jenis bom udara berdaya ledak tinggi yang biasanya diluncurkan dari pesawat jet Rusia Sukhoi Su-34 dari jarak jauh.

Dinas Kriminal-Eksekutif Negara menyebutkan, fasilitas penjara di Bilenke, sebuah desa sekitar 20 kilometer (12 mil) dari Zaporizhzhia, terkena bom sekitar pukul 11.30 malam itu pada tanggal 28 Juli 2025.

Selain korban tewas, terdapat 44 orang terluka dan dirawat di rumah sakit, sementara lebih dari 50 orang mendapatkan bantuan medis di tempat kejadian.

Badan Pidana dan Eksekutif Negara sebelumnya melaporkan satu anggota staf penjara di antara korban yang terluka.

Serangan itu juga menghancurkan ruang makan penjara, merusak bangunan administrasi dan karantina, tetapi pagar pembatas masih bertahan dan tidak ada laporan pelarian, kata pihak berwenang.

“Perimeter lembaga itu tidak rusak.Tidak ada ancaman melarikan diri,” kata dinas tersebut.

Kejahatan perang

Pejabat Ukraina mengutuk serangan itu, dengan mengatakan menargetkan infrastruktur sipil, seperti penjara, merupakan kejahatan perang berdasarkan konvensi internasional.

“Itu pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan bukti lain kejahatan perang Rusia”, kata Ombudsman Dmytro Lubinets.

Ia menegaskan, orang-orang yang ditahan di tempat penahanan tidak kehilangan hak mereka untuk hidup dan perlindungan.

Serangan itu terjadi hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyuarakan rasa frustrasinya terhadap penolakan Rusia, untuk menghentikan tembakan dan serangan berkelanjutan terhadap kota-kota Ukraina.

Hingga musim semi, jaksa Ukraina sedang menyelidiki lebih dari 150.000 dugaan kejahatan perang yang dilakukan Rusia selama perang habis-habisan.

Rusia telah menduduki sebagian Oblast Zaporizhzhia sejak dimulainya invasi besar-besarannya pada tahun 2022, menjadikan sisa wilayahnya sasaran serangan udara dan artileri setiap hari.

Serang rumah sakit

Militer Rusia juga menyerang sebuah rumah sakit bersalin di Oblast Dnipropetrovsk, Ukraina pada Selasa 29 Juli 2025 dan menewaskan empat orang termasuk seorang ibu hamil.

Gubernur Serhii Lysak melaporkan, selain empat orang tewas, delapan orang luka-luka, termasuk dua orang dalam kondisi kritis. Beberapa bangsal rumah sakit ikut rusak.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 37 pesawat serang tak berawak tipe Shahed dan pesawat pengecoh serta menembakkan dua rudal balistik Iskander-M semalam.

Pertahanan udara berhasil mencegat 32 drone, sementara lima drone dan dua rudal menghantam tiga lokasi. Puing-puing dari drone yang jatuh juga jatuh di dua lokasi tambahan.

Serangan itu ditangkis menggunakan kombinasi pesawat terbang, tim penembak bergerak, unit perang elektronik, dan sistem pertahanan udara, kata militer Ukraina.

Sehari 23 orang tewas

Serangan Rusia di Ukraina selama sehari terakhir ini telah menewaskan 23 orang dan 54 terluka

Serangan itu terjadi di tengah penolakan Rusia untuk mempertimbangkan gencatan senjata tanpa syarat , sementara Moskow mengintensifkan penggunaan pesawat tak berawak dan rudal terhadap infrastruktur sipil Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mencatat serangan mematikan itu, terjadi hanya sehari setelah Trump mengatakan dia akan memperpendek batas waktu perdamaian Ukraina yang dia tetapkan kepada Rusia menjadi 10-12 hari.

“Kita semua menginginkan perdamaian sejati – bermartabat dan abadi: Ukraina, seluruh Eropa, Amerika Serikat, dan banyak pemimpin serta negara baik di seluruh dunia yang mendukung kita,” kata Zelenskyy di X.

Ia menyatakan, setiap pembunuhan rakyat Ukraina akibat serangan Rusia, semua itu menunjukkan Moskow pantas mendapatkan tekanan sanksi sangat keras dari dunia internasional.(P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini