Singapura akan penjarakan pemakai dan pengedar Vape

Terkait

PRIORITAS, 19/8/25 (Singapura): Pemerintah Singapura akan memenjarakan setiap pengguna maupun pengedar Vape (rokok elektrik). Vape saat ini dilarang di Singapura. Karena itu Singapura akan memperlakukan vaping sebagai ‘masalah narkoba’ dan meningkatkan penegakkan hukum.

“Pemerintah berencana untuk menjatuhkan hukuman yang jauh lebih berat, termasuk hukuman penjara”, kata Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Chanel News Asia, hari Selasa (19/8/25).

Singapura kini meningkatkan penegakan hukum dan memperketat sikapnya terhadap rokok elektronik, karena semakin merajalela di kalangan anak muda di negara tersebut.

“Selama ini kita memperlakukan vaping seperti tembakau – paling-paling kita hanya mengenakan denda. Tapi itu saja tidak cukup,” jelas PM Wong.

Dalam pidatonya di Rapat Umum Hari Nasional hari Minggu (17/8/25) di kantor pusat Institut Pendidikan Teknik di Ang Mo Kio, PM Wong menegaskan pihak berwenang akan mengenakan hukuman penjara yang lebih berat bagi mereka yang menjual vape dengan zat berbahaya.

Beragam jenis vape yang ditemukan dalam operasi di klub malam Singapura, 5 Agustus 2025.(cna)

Dicampur obat bius

Banyak dari vape ini dicampur dengan zat adiktif dan berbahaya , termasuk Etomidate – obat bius yang bekerja cepat dan dapat berbahaya jika digunakan di luar lingkungan medis yang terkendali.

Rokok elektrik yang dicampur dengan Etomidate dikenal sebagai Kpod, yang telah menjadi sorotan di Singapura akhir-akhir ini.

“Vape itu sendiri hanyalah alat pengantar. Bahaya sebenarnya terletak pada apa yang ada di dalamnya,” kata Perdana Menteri Singapura.

“Saat ini, masalahnya adalah Etomidate. Di masa depan, bisa jadi obat yang lebih buruk, lebih kuat, dan jauh lebih berbahaya”, ujarnya khawatir.

Itulah sebabnya, pemerintah Singapura berupaya memasukkan Etomidate ke dalam daftar obat terlarang, karena sepertiga vape yang disita dari sejumlah klub malam ternyata mengandung zat tersebut.

Lebih dari 280 vape, termasuk yang diduga Kpod, disita dalam penggerebekan di tempat hiburan malam Singapura.

Sosialisasi ke publik

Menurut dia, upaya pendidikan (sosialisasi) publik besar-besaran juga akan dilakukan, dimulai di sekolah-sekolah, lembaga pendidikan tinggi dan Dinas Nasional.

Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan akan memimpin upaya tersebut, kata perdana menteri, yang menggambarkannya sebagai latihan yang kuat dari seluruh pemerintahan.

Perdana Menteri mencatat anak muda Singapura saat ini sebenarnya menikmati lebih banyak kesempatan dan memperoleh manfaat dari banyak keuntungan daripada sebelumnya.

Namun mereka juga menghadapi serangkaian tantangan yang sangat berbeda dan lebih kompleks dalam beberapa hal.

“Setiap generasi khawatir tentang pengaruh negatif yang memengaruhi kaum muda mereka,” kata Wong.

Vaping adalah salah satu masalah serius , kata perdana menteri, seraya mengatakan meskipun dilarang, vape masih diselundupkan.

Dampak buruk teknologi

Kekhawatiran lain yang disoroti Perdana Menteri Singapura dalam pidato Hari Nasionalnya adalah dampak teknologi dan kecerdasan buatan.

“Banyak orang tua khawatir anak-anak mereka menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar,” kata Wong. “Yang jelas, ini bukan kekhawatiran baru… Namun, lingkungan saat ini berada pada skala yang sama sekali berbeda.”

“Semua orang online, selalu terhubung, dan selalu dapat diakses melalui ponsel mereka. Jadi, jauh lebih sulit bagi orang tua untuk menetapkan batasan, atau bahkan untuk mengetahui apa yang dilakukan anak-anak mereka.

Ia menilai dampak buruk teknologi adalah kaum muda yang terlalu asyik dengan dunia maya, bisa jadi kehilangan kontak dengan dunia nyata. “Mereka tumbuh dalam kondisi lebih terisolasi secara sosial atau terpapar konten yang merugikan, jelas Wong.

Hal ini dapat mengikis harga diri, perkembangan emosi, dan kesejahteraan mental mereka seiring berjalannya waktu, tambahnya.(P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini