PRIORITAS, 8/925 (Jakarta): Sejumlah nama baru masuk dalam daftar orang terkaya di dunia Arab, sebagaimana laporan terbaru Forbes tahun 2025.
Dengan menggunakan acuan harga saham dan nilai tukar per 7 Maret 2025, Forbes mencatat terdapat 38 miliarder Arab yang berasal dari delapan negara kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).
Adapun total kekayaan bersih mereka mencapai US$128,4 miliar atau setara Rp2.108 triliun (kurs Rp16.420/US$), naik tajam dibandingkan tahun lalu yang hanya mencatat 20 miliarder dengan kekayaan kolektif US$53,7 miliar.
Masuknya kembali Arab Saudi dalam daftar miliarder dunia, menjadi sorotan. Setelah absen tujuh tahun, kini negeri tersebut menempatkan 15 miliarder sekaligus, dengan total kekayaan sebesar US$55,8 miliar. Lonjakan itu banyak dipicu oleh maraknya penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Saudi pasca-COVID, yang membuat 14 miliarder baru lahir.
Adapun Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud kembali menjadi ikon kekayaan Arab. Dengan harta mencapai US$16,5 miliar atau setara Rp270,9 triliun, ia kini menyandang status sebagai orang Arab terkaya di dunia.
Selanjutnya, Uni Emirat Arab (UEA) juga menambah daftar tajir barunya. Dua nama yang langsung menarik perhatian adalah Hussain Binghatti Aljbori, pendiri Binghatti Properties, pengembang properti mewah berbasis di Dubai, serta Mohamed Alabbar, pendiri raksasa real estat Emaar Properties. Dari Maroko, Anas Sefrioui dan keluarganya juga kembali masuk daftar setelah absen sejak 2017, dengan kekayaan US$1,6 miliar.
Kalau dihitung per negara, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.com, Arab Saudi mendominasi dengan 15 miliarder, diikuti Lebanon dengan enam miliarder yang memiliki total harta US$12,3 miliar. UEA dan Mesir masing-masing menyumbang lima miliarder, dengan total kekayaan US$24,3 miliar dan US$20,6 miliar. (P-*r/AM)














