DPR dorong desain ulang transportasi integrasi untuk tekan biaya

Terkait

PRIORITAS, 9/8/25 (Jakarta): Tingginya biaya transportasi di kota-kota besar dipicu oleh belum adanya sistem transportasi umum yang terintegrasi. Karena itu, Wakil Ketua Komisi V DPR, Andi Iwan Darmawan Aras, mengajak pemerintah untuk merancang ulang moda transportasi sesuai kebutuhan pengguna.

“Masalah ini tidak bisa diatasi dengan pendekatan sektoral yang terpisah-pisah. Pemerintah perlu melakukan desain ulang sistem integrasi moda transportasi secara sistemik dan berdasarkan kebutuhan pengguna,” ucap Andi Iwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/8/25).

Iwan menegaskan perlunya pemetaan jalur first mile dan last mile secara komprehensif, serta integrasi antara moda pengumpan dan moda utama dalam satu sistem yang mudah diakses dan terjangkau. Ia juga menyerukan peningkatan peran pemerintah daerah dalam merencanakan transportasi lintas wilayah, sekaligus mendorong sinergi antar kementerian dan BUMN di sektor transportasi.

“Subsidi transportasi sebaiknya tidak hanya difokuskan pada tarif utama seperti kereta atau BRT, tetapi juga mencakup biaya akses ke dan dari moda tersebut agar ekosistem transportasi lebih inklusif,” imbuhnya, dikutip dari Antara.

Perencanaan dan penganggaran

Ia menegaskan, Komisi V DPR akan mengawasi perencanaan dan penganggaran sektor transportasi, agar reformasi yang dilakukan tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan layanan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, transportasi umum memang menjadi pilihan untuk bepergian antarwilayah dengan biaya terjangkau. Namun, di sejumlah daerah, tarif transportasinya justru lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Pengamat kebijakan transportasi dari Fakta Indonesia, Azas Tigor Nainggolan, menyebut Depok dan Bekasi sebagai kota dengan biaya transportasi umum tertinggi di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), yang mencapai lebih dari satu juta rupiah per bulan.

“Warga kedua wilayah ini sekarang menempati kota paling mahal mengeluarkan menggunakan uang pendapatan untuk bertransportasi umum. Idealnya biaya transportasi 10% dari biaya hidup,” kata Tigor, Kamis (6/8/25). (P-Zamir)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini