Bloomberg pilih Jokowi jadi penasihat global

Terkait

PRIORITAS, 24/9/25 (Jakarta): Bloomberg New Economy resmi memilih Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota Dewan Penasihat Global.

Dalam pengumuman yang disampaikan Bloomberg New Economy melalui laman resminya, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com  hari Rabu (24/9/25), Jokowi menjadi salahsatu dari 22 anggota dewan penasihat organisasi tersebut.

Bloomberg New Economy yang dibentuk sejak 2018 lalu merupakan platform global dialog dan pertukaran wacana mengenai transformasi ekonomi di pasar berkembang.

Bloomberg menjelaskan, Dewan Penasihat Global dipilih pada April 2025. Kelompok ini berfungsi membantu mencari solusi atas tantangan kompleks yang dihadapi dunia.

Anggota dewan penasihat dipilih dari individu dengan pengalaman tingkat tertinggi di bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral.

“Sehingga masukan mereka akan sangat penting dalam memandu upaya kami,” tulis Bloomberg.

Dalam profil resminya di Bloomberg New Economy, Jokowi disebut sebagai politikus, insinyur, dan pengusaha.

Ia menjabat sebagai Presiden Indonesia selama 10 tahun pada periode 2014-2024.

Bloomberg juga mencatat Jokowi sebagai presiden pertama RI yang tidak berasal dari elite politik maupun militer.

Bloomberg menyebut, riwayat jabatannya antara lain Wali Kota Surakarta (2005-2012), Gubernur Jakarta (2012-2014), dan Presiden RI (2014-2024).

Saat ini, Jokowi juga menjabat sebagai Dewan Pengarah di Badan Pengelola Investasi Danantara.

Tokoh dunia

Selain Jokowi, sejumlah tokoh dunia juga bergabung dalam dewan penasihat. Antara lain mantan Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Gita Gopinath dan mantan Perdana Menteri Italia Mario Draghi.

Gita Gopinath, Profesor Ekonomi Universitas Harvard dan mantan Kepala Ekonom IMF.(bloombergneweconomy)

Ada juga Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong. Ia ditunjuk sebagai Ketua Kehormatan Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.

Bloomberg New Economy, menurut Kompas.com,  akan mempertemukan pemimpin pemerintahan dan perusahaan global untuk menghadapi tantangan besar kesejahteraan dunia dan mencari solusi bersama.

Pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Singapura pada 19-21 November 2025. Tema besar yang diusung adalah “Thriving in an Age of Extremes” atau Berkembang di Era Ekstrim, yang akan diisi dengan sesi pleno dan diskusi kelompok.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini