Israel waspada para sandera diberi makan terlalu cepat

Terkait

PRIORITAS, 9/10/25 (Jerusalem): Pemerintah Israel waspada dan khawatir para sandera akan mengalami bahaya, jika militan Hamas tiba-tiba terlalu cepat memberi makan saat mereka hendak dibebaskan.

Hal itu disebut sindrom pemberian makan ulang, namun dapat berakibat komplikasi dan berpotensi fatal ketika individu yang mengalami malnutrisi parah diberi makan terlalu cepat.

Tim Israel telah menyerahkan sebuah protokol medis beberapa minggu yang lalu kepada perwakilan Palang Merah. Tujuannya adalah agar pedoman tersebut sampai ke militan Hamas.

“Dengan harapan mereka tidak akan membahayakan para sandera dengan mencoba memberi mereka makan secara tidak benar,” jelas Kepala Divisi Medis Kementerian Kesehatan Israel, Dr. Hagar Mizrahi, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Ynetnews, hari Kamis (9/10/25).

Tim medis Israel menyebutkan, pada Januari dan Februari 2025 lalu, umumnya sandera mengalami sakit cukup parah di bagian lambung, karena ternyata militan Hamas tiba-tiba memberi makan, dengan tujuan para sandera bisa tampil sehat saat dibebaskan. Namun bisa berakibat fatal.

“Ini berdasarkan pengalaman sebelumnya di mana para sandera langsung diberi makan sebelum dipindahkan, dan kami khawatir akan terjadi bahaya di saat-saat terakhir”, jelas dokter Mizrahi.

Protokol medis khusus

Israel memang sudah bersiap untuk menerima para sandera setelah lebih dari dua tahun ditawan militan Hamas. Sejumlah rumah sakit bersiap menghadapi risiko medis di menit-menit terakhir.

Para sandera yang kembali diperkirakan akan dirawat di tiga rumah sakit besar masing-masing Sourasky, Sheba, dan Rabin.

Inilah foto 20 sandera yang diperkirakan masih hidup dan segera dipulangkan militan Hamas dari Jalur Gaza.(x.@c14news)

Bersamaan dengan itu, pusat medis Soroka dan Barzilai akan tetap menjadi fasilitas khusus, untuk kasus-kasus mendesak dan kompleks.

“Mengingat waktu yang telah berlalu dan gambaran-gambaran sulit yang telah kami lihat, kami sedang mempersiapkan diri dengan sistem pemantauan yang lebih canggih, melampaui standar yang ada di bangsal rumah sakit,” kata Dr. Hagar Mizrahi.

“Kami juga telah meminta unit perawatan intensif untuk siaga”, tambahnya.

Kesehatan mental akan menjadi fokus utama. Ini adalah aspek paling krusial di luar asupan medis fisik.

Israel juga telah menyiapkan sistem layanan kesehatan berpengalaman dalam perawatan trauma para sandera.

Mereka akan mendapatkan dukungan psikologis penuh termasuk keluarga mereka, baik di rumah sakit maupun di masyarakat, tergantung pada preferensi masing-masing.

Paling rumit

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel, Moshe Bar-Siman-Tov mengaku sangat emosional dan membahagiakan karena para sandera akan dibebaskan.

“Yang paling membahagiakan dan emosional, tetapi juga yang paling rumit dan menantang karena jumlah sandera”, katanya.

Ia berharap ini menandai berakhirnya dua tahun yang sangat sulit dan perang telah mendorong sistem hingga batas kemampuannya.

Keluarga para sandera juga akan diberikan pengarahan sebelum reuni.

Sandera Israel, Evyatar David, yang sangat kurus selama ditawan militan Hamas, sudah menggali kuburannya sendiri di terowongan bawah tanah.(x.com)

Tim medis akan mendukung mereka dengan menonton video terbaru, untuk mengetahui mengenai kondisi para sandera,  setelah informasi lengkap tiba dari fasilitas penerimaan Re’im di dekat perbatasan Jalur Gaza.

Sesuai prosedur, setibanya di rumah sakit, para sandera yang dipulangkan akan segera menjalani pemeriksaan medis, untuk memastikan tidak ada kondisi yang mengancam jiwa.

Evaluasi yang lebih komprehensif akan dilakukan setelah reunifikasi keluarga dan berkoordinasi dengan petugas keamanan.

Evaluasi psikiatris akan dilakukan dalam 24 jam setelah masuk rumah sakit.

Selain itu, ahli gizi klinis akan memandu keluarga dalam mengelola risiko  refeeding syndrome.

Pasien yang kembali akan menjalani penilaian gizi, termasuk riwayat kesehatan, pemeriksaan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan.

Hal itu diikuti dengan rencana perawatan harian, yang dipersonalisasi berdasarkan indikator kesehatan yang sedang berlangsung.

Kasus lebih parah

Kementerian Kesejahteraan Israel telah menyelesaikan rencana reintegrasi yang mempertimbangkan trauma, kondisi fisik dan emosional yang kompleks dari para sandera yang kembali.

Para pejabat mengatakan dampak psikologisnya bisa lebih parah daripada kasus-kasus sebelumnya,  karena para sandera ditahan selama 735 hari atau dua tahun lebih.

Ini membutuhkan masa pemulihan yang panjang dan penuh tantangan di depan.

“Kali ini, kami mungkin menghadapi kasus yang lebih parah—baik secara fisik maupun mental,” kata Wakil Direktur Jenderal Layanan Sosial Kementerian Kesejahteraan Israel, Eti Kisos.

Respons Kementerian mencakup proses rehabilitasi lima tahap. Dari persiapan sebelum kepulangan, 24 jam pertama, rawat inap, fase transisi hingga satu bulan, dan pendampingan jangka panjang.

Setiap sandera yang kembali akan menerima paket dukungan khusus, termasuk pekerja sosial, perawat koordinator dari penyedia layanan kesehatan mereka, dan bantuan materi dasar. Tidak

ada batasan waktu untuk dukungan ini dan akan terus diberikan selama sandera dan keluarganya menginginkannya. (P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini