TAKTIKINFO.com — Teheran. Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi salah satu peristiwa diplomatik terbesar di Teheran dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya dihadiri jutaan pelayat dari dalam negeri, acara ini juga menarik kehadiran delegasi resmi dari berbagai negara Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga organisasi internasional.
Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Rangkaian penghormatan kenegaraan kemudian digelar di Masjid Imam Khomeini Mosalla, Teheran, sebelum prosesi berlanjut ke sejumlah kota suci Syiah, termasuk Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad.
Delegasi Besar dari Irak
Salah satu delegasi terbesar datang dari Irak. Menurut laporan media Iran yang dikutip ANTARA dan Anadolu, pejabat Irak yang hadir antara lain Presiden Irak Nizar Amidi, Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi bersama delegasi parlemen, serta Presiden Wilayah Kurdistan Nechirvan Barzani.
Kehadiran Irak tidak mengejutkan, mengingat hubungan politik, agama, dan geografis kedua negara sangat dekat. Apalagi sebagian rangkaian penghormatan juga dijadwalkan berlangsung di Irak, termasuk Baghdad, Najaf, dan Karbala.
Pakistan, Tajikistan, Armenia, dan Uzbekistan Hadir
Dari Asia Selatan, Pakistan mengirim Perdana Menteri Shehbaz Sharif sebagai ketua delegasi resmi. Euronews juga melaporkan bahwa Sharif hadir bersama sejumlah pejabat penting Pakistan, termasuk unsur militer.
Selain Pakistan, hadir pula Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, serta Ketua Parlemen Uzbekistan Nuriddin Ismoilov. Nama-nama ini menunjukkan bahwa pemakaman Khamenei tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum diplomasi kawasan.
Rusia dan China Kirim Utusan Tingkat Tinggi
Rusia mengirim Dmitry Medvedev, mantan presiden sekaligus Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, sebagai utusan khusus Presiden Vladimir Putin. Sementara China mengirim wakil ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional.
Kehadiran dua kekuatan besar ini menjadi sorotan, terutama karena Iran selama ini memiliki hubungan strategis dengan Rusia dan China dalam isu geopolitik, energi, dan keamanan kawasan.
Arab Saudi Juga Kirim Perwakilan
Yang paling menarik perhatian adalah kehadiran delegasi Arab Saudi. SINDOnews melaporkan bahwa Riyadh diwakili Wakil Menteri Luar Negeri Waleed Al-Khuraiji. Kehadiran Saudi menjadi sorotan karena hubungan Iran dan Arab Saudi selama bertahun-tahun dikenal penuh ketegangan dan rivalitas di kawasan Timur Tengah.
Meski begitu, kehadiran perwakilan Saudi dapat dibaca sebagai sinyal diplomasi yang lebih hati-hati. Di tengah situasi kawasan yang panas, Riyadh tampaknya tetap membuka ruang komunikasi dengan Teheran.
Turki, Qatar, Oman, dan Lebanon Masuk Daftar Hadir
Dari kawasan Timur Tengah, Turki mengirim Wakil Presiden Cevdet Yılmaz. Qatar diwakili Ketua Parlemen Hassan bin Abdullah Al Ghanim, sementara Oman mengirim ketua Dewan Negara. Lebanon juga hadir melalui Menteri Pertahanan Michel Menassa, bersama delegasi senior dari Hizbullah dan Gerakan Amal.
Kehadiran negara-negara ini memperlihatkan posisi Iran yang tetap memiliki jejaring politik kuat di kawasan, baik melalui jalur diplomasi resmi maupun hubungan dengan kelompok politik dan gerakan keagamaan.
Delegasi Palestina dan Yaman Turut Hadir
Kelompok-kelompok Palestina juga hadir dalam prosesi tersebut. SINDOnews melaporkan bahwa para pemimpin senior Hamas dan Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziyad al-Nakhalah ikut memberikan penghormatan terakhir. Dari Yaman, hadir Wakil Presiden Mahmoud al-Junaid bersama delegasi Ansarullah.
Kehadiran mereka mempertegas posisi Khamenei sebagai tokoh yang selama masa kepemimpinannya sangat identik dengan dukungan terhadap kelompok-kelompok yang menyebut diri sebagai poros perlawanan di Timur Tengah.
Negara Barat Absen
Berbeda dengan negara-negara Asia dan Timur Tengah, negara-negara Barat tidak terlihat hadir dalam daftar delegasi utama. Euronews melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tidak ada negara Eropa yang secara resmi diundang. Iran juga menyatakan negara-negara yang dianggap mengambil sikap tidak tepat terhadap serangan AS-Israel tidak masuk daftar undangan.
Absennya negara Barat semakin menegaskan bahwa pemakaman Khamenei bukan sekadar seremoni kenegaraan, tetapi juga panggung politik yang mencerminkan peta persekutuan dan ketegangan global.
Pemakaman yang Sarat Pesan Politik
Rangkaian pemakaman Khamenei berlangsung selama beberapa hari. Upacara penghormatan dimulai di Teheran, kemudian dilanjutkan ke Qom, Najaf, Karbala, dan berakhir di Mashhad, kota kelahiran Khamenei sekaligus lokasi Kompleks Makam Imam Ali Reza, salah satu situs paling suci bagi umat Syiah.
Bagi Iran, kehadiran delegasi asing menjadi pesan bahwa Teheran masih memiliki jejaring diplomatik luas meski berada di bawah tekanan besar. Bagi dunia internasional, prosesi ini menjadi cermin perubahan peta politik setelah kematian salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah.
Pemakaman Khamenei akhirnya bukan hanya tentang perpisahan terhadap seorang pemimpin Iran, tetapi juga tentang siapa saja yang masih berdiri dekat dengan Teheran, siapa yang memilih menjaga jarak, dan bagaimana Timur Tengah memasuki babak baru setelah kepergian tokoh kuat tersebut.
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














