Festival Danau Poso: Jadikan destinasi wisata dunia Geopark, jangan hanya panggung kuliner dan hiburan

Terkait

PRIORITAS, 5/11/25 (Palu): Guru Besar Ekonomi Bisnis Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof Moh. Ahlis Djirimu Ph.D, mengatakan, destinasi wisata Danau Poso perlu dikembangkan karena penuh keunikan sebagai salah satu dari 10 Danau Purba di Dunia. Konsep Geopark di sini sangat menarik menjadi destinasi wisata sejarah, budaya, dan edukasi.

“Sejak Festival Danau Poso (FDP) di tahun 1989, kegiatannya relatif belum terjadi perubahan. FDP tidak hanya panggung, kuliner, event hiburan, dan lain-lain,” kata Ahlis Djirimu kepada BeritaTakTikInfo.com Rabu (5/11/25) lewat pesan WhatsApp.

Menurut Ahlis Djirimu sebaiknya Pemkab Poso fokus pada inisiatif “Geopark Danau Poso Jantung Sulawesi”. Ketika UNESCO yang bermarkas di Paris menyetujui geopark, dan mengguoloadnya di situsnya, maka geopark akan kedatangan wisman dan wisnus.

“Tentu kita harus siap. Dalam jangka pendek Pemkab Poso sebaiknya membenahi Indeks Kesehatan Danau yang turun dari 78 poin ke 60 poin. Satu di antara penyebabnya adalah berkurangnya area hutan sekitar danau sebesar 981 ha atau 390 km persegi setara dengan luas Kota Palu, serta adanya ikan invasi yang menganggu habitat sogili” ujar Ahlis Djirimu.

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, menyebut perlu dilakukan evaluasi pelaksanaan Festival Danau Poso (FDP) yang dinilainya belum maksimal dalam mempromosikan.

“Untuk jadikan Danau Poso sebagai destinasi wisata kelas dunia cara promosi yang belum masif dan efektif.sehingga minat wisatawan, terutama mancanegara, masih rendah. Meskipun begitu, saya melihat ada dampak positif dari FDP, yaitu geliat ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di area festival” kata H Anwar Hafid kepada BeritaTakTikInfo.com belum lama ini lewat pesan WhatsApp.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd, menyatakan penetapan situs warisan geologi Danau Poso oleh Kementerian ESDM telah terbit pada Oktober 2025. “Danau Poso miliki keunikan sebagai salah satu dari 10 Danau Purba di Dunia, konsep Geopark sangat menarik dan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah, budaya, edukasi dan lainnya,” ujar Diah.

“Mestinya sejak pengembangan sepenuhnya telah diserahkan kepada Pemda Kabupaten Poso pada tahun 2023, harusnya sudah ada inovasi. Namun disesali tidak ada perubahan signifikan,” kata Diah Agustiningsih kepada BeritaTakTikInfo.com. (P-Elkana Lengkong)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini