Kebakaran dahsyat 7 apartemen di Hong Kong, 2 WNI dipastikan meninggal

Terkait

PRIORITAS, 27/11/25 (Jakarta): Dua warga negara Indonesia (WNI) dipastikan menjadi korban meninggal dunia dalam kebakaran dahsyat yang melanda tujuh gedung apartemen di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/25) malam waktu setempat.

Kepastian tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta Kamis (27/11/25) kepada pers. Kedua korban merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) atau sebelum nya dikenal dengan sebutan TKW (tenaga kerja wanita) yang bekerja di sektor informal alias asisten rumah tangga (ART) dan pengasuh orang tua dan anak, di Hong Kong.

Diketahui, PMI di Hong Kong paling banyak di antara negara-negara tujuan di seluruh dunia. Berdasarkan data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dari 22.324 Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada Juni 2025, Hongkong masih menjadi negara penempatan utama PMI pada bulan keenam tahun ini. Ini terlihat dari jumlahnya yang sebanyak 7.327 orang atau 30,64% dari total PMI pada Juni 2025.

Keluarga korban sudah dihubungi

Disebutkan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong memantau secara intensif perkembangan situasi WNI di wilayah tersebut sehubungan dengan peristiwa kebakaran besar di kompleks apartemen itu.

“Dari hasil koordinasi intensif KJRI Hong Kong dengan pihak kepolisian Hong Kong, diperoleh informasi hingga saat ini ada dua WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” demikian bunyi keterangan tertulis Kemlu RI di Jakarta, Kamis.

Kemlu RI menyampaikan bahwa semua korban, baik yang tewas maupun terluka, merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor domestik.

KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan pendampingan lanjutan kepada para WNI yang terdampak.

Kemlu RI memastikan bahwa KJRI Hong Kong telah membuka tempat singgah sementara di gedung KJRI serta menyediakan logistik bagi WNI terdampak kebakaran.

“KJRI Hong Kong telah menghubungi keluarga WNI terdampak guna menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam serta memberikan kejelasan informasi,” kata Kemlu RI, seraya memastikan bahwa pihaknya juga menginformasikan langkah penanganan selanjutnya kepada keluarga, seperti dilansir dari Antara.

KJRI Hong Kong juga terus berkoordinasi dengan otoritas dan agen penyalur ketenagakerjaan setempat untuk mengurus repatriasi jenazah WNI yang tewas beserta pemenuhan hak-hak mereka, demikian Kemlu RI. Hingga berita iji diturunkan pada Kamis sore, belum ada info tentang nama2-nama para korban.

Sedikitnya 36 orang (terakhir meningkat menjadi 44 orang, red), termasuk seorang petugas pemadam, tewas dan 279 lainnya hilang setelah kebakaran besar melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Hong Kong pada Rabu malam. (P-*/ht)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini