Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar. (Foto, Ronny Mende, Bagian. Prokopim Setda Tomohon)
PRIORITAS, 6/12/25 (Tomohon) : Menjelang hari raya keagamaan Natal dan perayaan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon menyiapkan empat pilar untuk membendung tingginya inflasi.
Wakil Wali (Wawali)Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, mengatakan hal itu saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tomohon Tahun 2025.
Kegiatan sekaligus dengan Capacity Building Penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah 2025–2027.
Wawali Sendy menyampaikan, di forum inilah momentum strategis dalam menentukan arah kebijakan pengendalian inflasi Kota Tomohon kedepan.
“HLM TPID merupakan forum untuk memastikan seluruh kebijakan pengendalian inflasi di Kota Tomohon berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan responsif terhadap dinamika ekonomi,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Memasuki triwulan IV tahun 2025, menurut Wawali Sendy, tantangan pengendalian inflasi semakin kompleks, di antaranya fluktuasi harga komoditas pangan strategis, pengaruh perubahan iklim, tingginya biaya distribusi, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen Natatu itu.
Karena itu, dia menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor bersama Forkopimda, Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan perangkat daerah terkait.
Wawali Sendy kemudian menyampaikan empat pilar ini sebagai landasan pengendalian inflasi, yakni:
1. Ketersediaan pasokan (availability),
2. Keterjangkauan harga (affordability),
3. Kelancaran distribusi (accessibility), dan
4. Komunikasi efektif (communication).
Tomohon sebagai daerah dengan kekuatan pada sektor hortikultura dan pariwisata memiliki peluang besar dalam menjaga stabilitas pasokan pangan melalui optimalisasi produksi lokal.
Namun demikian, tantangan seperti tingginya volatilitas harga cabai dan bawang hingga ketergantungan pasokan dari luar daerah tetap perlu diantisipasi melalui kerja sama antar daerah.
Melalui HLM ini, Wawali menekankan beberapa fokus langkah yang harus menjadi komitmen bersama, antara lain meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki sistem rantai pasok, memperluas digitalisasi data harga, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempercepat respons kebijakan terhadap gejolak harga.
Terkait kegiatan Capacity Building Penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah Kota Tomohon 2025–2027, Wakil Wali Kota menyebutkan bahwa roadmap ini menjadi dokumen strategis sebagai arah kebijakan jangka menengah TPID.
Roadmap tersebut akan memastikan bahwa setiap intervensi memiliki tujuan terukur, komoditas TakTikInfo.com ditangani dengan strategi yang tepat, indikator kinerja perangkat daerah menjadi lebih jelas, serta seluruh program tidak lagi bersifat reaktif, tetapi terencana dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara aktif untuk menyusun roadmap yang benar-benar mencerminkan kebutuhan dan potensi Kota Tomohon.
“Keberhasilan pengendalian inflasi bukan hanya pencapaian teknis, tetapi menjadi bagian dari upaya besar menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Kota Tomohon,” tegasnya.
Di akhir sambutan, beliau menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bersinergi menjaga stabilitas harga di Kota Tomohon.(P/dg)














