Penyerahan Buku Referensi Ilmiah pada International Symposium “Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact”

Terkait

TAKTIKINFO – Di sela-sela pelaksanaan International Symposium: Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact yang diselenggarakan pada 23 Juli 2026 di BRIN Grand Ballroom, Jakarta, berlangsung sebuah momentum akademik yang memiliki makna strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan kelautan Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Prof. Ir. Kawilarang W.A. Masengi, M.Sc., Ph.D. menyerahkan tiga buku referensi ilmiah kepada Direktur Pengelolaan Sarana Apung BRIN sebagai bentuk kontribusi akademik dalam memperkuat riset, pendidikan, dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan.

Momen penyerahan buku ini tidak hanya merupakan simbol apresiasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menunjukkan komitmen akademisi Indonesia dalam mendukung pembangunan kelautan nasional melalui penyediaan referensi ilmiah yang relevan dengan tantangan global. Simposium internasional ini mempertemukan para ilmuwan, pembuat kebijakan, industri, dan mitra internasional, termasuk BRIN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta OceanX, yang memiliki visi bersama dalam memanfaatkan teknologi mutakhir untuk eksplorasi, konservasi, dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan (UNESCO-IOC, 2021; FAO, 2024).

1. Buku “Mengungkap Rahasia Laut Dalam dengan Teknologi ROV, AUV, eDNA dan Submersible dengan Research Vessel Ocean Explorer”

Buku pertama mengangkat perkembangan teknologi eksplorasi laut dalam yang saat ini menjadi tulang punggung penelitian oseanografi modern. Laut dalam merupakan salah satu wilayah yang paling sedikit diketahui dibandingkan luas wilayahnya, sehingga masih menyimpan potensi biodiversitas, sumber daya genetik, mineral, serta proses geologi yang belum terungkap sepenuhnya (NOAA, 2025; UNESCO-IOC, 2021).

Buku ini menjelaskan bagaimana kombinasi teknologi modern mampu membuka tabir misteri ekosistem laut dalam, di antaranya:

-ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk observasi visual dan pengambilan sampel tanpa kehadiran langsung manusia. -AUV (Autonomous Underwater Vehicle) yang dapat melakukan pemetaan dasar laut secara otomatis dengan resolusi tinggi. -Environmental DNA (eDNA) sebagai metode revolusioner dalam mendeteksi keberadaan organisme hanya melalui jejak DNA yang terdapat di air laut. -Submersible berawak yang memungkinkan ilmuwan melakukan observasi langsung terhadap habitat laut dalam (Thomsen & Willerslev, 2015; Stat et al., 2017).

Keunggulan buku ini terletak pada pembahasannya yang mengintegrasikan teknologi eksplorasi dengan berbagai studi kasus, termasuk penelitian terhadap coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis), spesies purba yang menjadi ikon biodiversitas laut dalam Sulawesi Utara (Erdmann et al., 1998; Holder et al., 1999). Buku ini juga menyoroti peran Research Vessel Ocean Explorer sebagai salah satu kapal riset berteknologi tinggi yang mendukung eksplorasi laut dalam melalui pemanfaatan robotika bawah laut dan sistem observasi modern (NOAA, 2025).

Melalui buku ini, pembaca memperoleh pemahaman bahwa masa depan eksplorasi laut tidak lagi bergantung semata pada penyelaman konvensional, tetapi pada integrasi kecerdasan buatan, robotika bawah laut, genomik, pemetaan tiga dimensi, serta sistem observasi real-time yang mampu menghasilkan data ilmiah dengan tingkat akurasi yang semakin tinggi (Levin et al., 2019).

1. Buku “Genetika Populasi dan Biogeografi Perikanan”

Buku kedua membahas aspek genetika sebagai fondasi utama dalam pengelolaan sumber daya ikan secara berkelanjutan. Pendekatan genetika populasi telah menjadi salah satu instrumen penting dalam memahami struktur populasi ikan, pola migrasi, konektivitas antarwilayah, serta dinamika evolusi spesies (Allendorf et al., 2013).

Dalam era modern, keberhasilan pengelolaan stok ikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah populasi, tetapi juga oleh struktur genetik setiap populasi. Buku ini menguraikan berbagai konsep penting seperti variasi genetik, aliran gen (gene flow), diferensiasi populasi, adaptasi lokal, sejarah evolusi spesies, hingga hubungan biogeografi antarwilayah (Avise, 2000).

Pendekatan ini menjadi sangat penting karena banyak spesies ikan yang secara morfologi tampak sama, tetapi secara genetik memiliki populasi yang berbeda. Kesalahan dalam mengelola populasi tersebut dapat menyebabkan penurunan keragaman genetik yang berdampak terhadap kemampuan adaptasi spesies terhadap perubahan iklim, penyakit, maupun tekanan eksploitasi (Frankham et al., 2017).

Buku ini juga menjelaskan penerapan berbagai teknik molekuler modern seperti DNA Barcoding, Mikrosatelit, SNP (Single Nucleotide Polymorphism), DNA mitokondria, hingga Whole Genome Sequencing yang kini menjadi standar dalam penelitian genetika perikanan modern (Hebert et al., 2003; Allendorf et al., 2013).

Referensi ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, peneliti, pengelola perikanan, maupun pemerintah dalam menyusun kebijakan science-based fisheries management yang berorientasi pada keberlanjutan.

1. Buku “Stabilitas Kapal Perikanan dengan Pendekatan Matematis dan Naval Architecture”

Buku ketiga mengangkat isu keselamatan pelayaran yang selama ini menjadi tantangan besar bagi sektor perikanan Indonesia. Berbagai laporan menunjukkan bahwa stabilitas kapal merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keselamatan operasi kapal perikanan, terutama pada kapal-kapal berukuran kecil hingga menengah (IMO, 2008; FAO, 2009).

Buku ini memberikan pendekatan ilmiah menggunakan prinsip-prinsip Naval Architecture dan analisis matematis dalam mengevaluasi stabilitas kapal.

Topik yang dibahas meliputi:

-hidrostatika kapal,
-metacenter,
-kurva GZ,
-titik berat kapal,
-pengaruh distribusi muatan,
-dinamika gelombang,
-stabilitas dinamis,
-hingga simulasi matematis kondisi kapal di laut (Rawson & Tupper, 2001; Derrett, 2006).

Keunggulan buku ini adalah kemampuannya menghubungkan teori matematika dengan aplikasi nyata pada kapal-kapal perikanan Indonesia. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa teknik perkapalan, arsitek kapal, insinyur perikanan, syahbandar, regulator, dan industri galangan kapal.

Pendekatan matematis yang digunakan memungkinkan evaluasi desain kapal dilakukan secara lebih objektif sehingga dapat meningkatkan keselamatan nelayan, efisiensi operasional kapal, serta mendukung pembangunan armada perikanan nasional yang lebih modern dan berstandar internasional (IMO, 2008).

Signifikansi Penyerahan Buku dalam Forum Internasional

Penyerahan ketiga buku referensi ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar publikasi ilmiah. Momentum tersebut mencerminkan kontribusi nyata akademisi Indonesia dalam memperkaya literatur nasional dan internasional di bidang kelautan. Ketersediaan referensi ilmiah yang berkualitas merupakan salah satu prasyarat penting dalam memperkuat kapasitas riset, pendidikan tinggi, dan inovasi teknologi untuk mendukung ekonomi biru yang berkelanjutan (UNESCO-IOC, 2021; FAO, 2024).

Ketiga buku tersebut mewakili tiga pilar utama pembangunan kelautan modern, yaitu eksplorasi laut dalam berbasis teknologi tinggi, pengelolaan sumber daya perikanan berbasis genetika, serta keselamatan dan rekayasa kapal perikanan. Ketiga bidang tersebut saling melengkapi dalam mendukung implementasi konsep Blue Economy, yaitu pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat (World Bank, 2017).

Relevansi dengan Tema Simposium

Tema simposium “From Insight to Impact” menekankan pentingnya mengubah hasil penelitian menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Penyerahan buku-buku referensi ini merupakan contoh konkret implementasi tema tersebut. Hasil penelitian yang sebelumnya hanya tersimpan dalam jurnal ilmiah kini diterjemahkan menjadi buku referensi yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, industri maritim, mahasiswa, hingga generasi peneliti berikutnya.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi berkembang menjadi sumber pembelajaran, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan dasar pengambilan kebijakan yang mampu mempercepat inovasi nasional di bidang kelautan (National Research Council, 2015).

Kesimpulan

Momentum penyerahan tiga buku referensi ilmiah karya Prof. Ir. Kawilarang W.A. Masengi, M.Sc., Ph.D. pada International Symposium Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact menjadi simbol penting sinergi antara akademisi, lembaga penelitian, pemerintah, dan mitra internasional dalam membangun masa depan kelautan Indonesia. Ketiga buku tersebut merepresentasikan kontribusi ilmiah yang mencakup eksplorasi laut dalam berbasis teknologi mutakhir, pengelolaan sumber daya perikanan melalui pendekatan genetika dan biogeografi, serta peningkatan keselamatan kapal perikanan melalui rekayasa matematis dan arsitektur kapal. Kontribusi ini diharapkan menjadi referensi strategis yang memperkuat kapasitas riset nasional, mendukung kebijakan berbasis bukti ilmiah, serta mendorong lahirnya inovasi menuju pengelolaan sumber daya laut Indonesia yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing di tingkat global.

Daftar Referensi

Allendorf, F. W., Luikart, G., & Aitken, S. N. (2013). Conservation and the Genetics of Populations (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Avise, J. C. (2000). Phylogeography: The History and Formation of Species. Harvard University Press.

Derrett, D. R. (2006). Ship Stability for Masters and Mates (5th ed.). Butterworth-Heinemann.

Erdmann, M. V., Caldwell, R. L., & Moosa, M. K. (1998). Indonesian coelacanth. Nature, 395, 335.

FAO. (2009). Safety Recommendations for Decked Fishing Vessels of Less Than 12 Metres in Length and Undecked Fishing Vessels. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

FAO. (2024). The State of World Fisheries and Aquaculture 2024. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Frankham, R., Ballou, J. D., & Briscoe, D. A. (2017). Introduction to Conservation Genetics (2nd ed.). Cambridge University Press.

Hebert, P. D. N., Cywinska, A., Ball, S. L., & deWaard, J. R. (2003). Biological identifications through DNA barcodes. Proceedings of the Royal Society B, 270, 313–321.

Holder, M. T., Erdmann, M. V., Wilcox, T. P., Caldwell, R. L., & Hillis, D. M. (1999). Two living species of coelacanths? Nature, 402, 269–270.

IMO. (2008). Code on Intact Stability for All Types of Ships Covered by IMO Instruments (IS Code 2008). International Maritime Organization.

Levin, L. A., et al. (2019). Deep-ocean climate change impacts on habitat and biodiversity. Biological Conservation, 236, 394–404.

National Research Council. (2015). Sea Change: 2015–2025 Decadal Survey of Ocean Sciences. National Academies Press.

NOAA. (2025). Ocean Exploration Program. National Oceanic and Atmospheric Administration.

Rawson, K. J., & Tupper, E. C. (2001). Basic Ship Theory (5th ed.). Butterworth-Heinemann.

Stat, M., Huggett, M. J., Bernasconi, R., et al. (2017). Ecosystem biomonitoring using environmental DNA. Molecular Ecology, 26, 5872–5895.

Thomsen, P. F., & Willerslev, E. (2015). Environmental DNA—An emerging tool in conservation. Biological Conservation, 183, 4–18.

UNESCO-IOC. (2021). The United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development (2021–2030). UNESCO.

World Bank. (2017). The Potential of the Blue Economy: Increasing Long-term Benefits of the Sustainable Use of Marine Resources.

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini